Thursday, April 19, 2012

Irhamsyah, Bermodal 150 Ribu, Lulusan STM Ini Sukses Dengan Warung Bambu "I'am" dan Kini Punya Ratusan Karyawan

Irhamsyah Putra Pohan adalah seorang pengusaha muda di Binjai. Dia jadi pengusaha berhasil karena terbentuk oleh keadaan. Sang ibu, Siti Aminah, telah mengenalkan bisnis makanan pada Irhamsyah kecil.

Nah, kenyataan itu membuat dirinya berpikir. Ia sangat penasaran, kenapa usaha sang ibu tidak menjadi usaha yang besar. Keinginan untuk maju di bidang tata boga, sejatinya sangat berlawanan dengan disiplin ilmu yang dikuasai Irhamsyah. Ia bersekolah di Sekolah Tehnik Menengah jurusan Elektronik. Meski begitu, perbedaan ilmu bukanlah kendala. Yang paling penting dalam dirinya adalah membuat usaha ibunya maju dan dia bisa mengubah nasib.

Nah, berangkat dari kepenasaran itu, Irhamsyah melakukan riset kecil-kecilan. Ia meneliti menu masakan yang ada di Binjai. Ia menemukan bahwa di Binjai banyak tanaman bambu. Ia pun mulai membuka warung. Dengan bermodalkan uang sebesar Rp150 ribu, ia membuka warung dengan bahan yang terbuat dari bambu di tempat yang masih disewanya pada tahun 1994, di Jalan Samanhuddi, Kecamatan Binjai Selatan.

Setelah warung bambunya selesai, Irhamsyah Putra Pohan menambah menu makanan yang belum ada di Kota Binjai. Menu makanan yang baru itu diambilnya dari luar Kota Binjai yakni mieso dan bakso. Hal ini dilakukannya untuk menyajikan kepada masyarakat Binjai makanan yang belum pernah dirasakan. Dan, warungnya itu pun dia labeli I’AM. Bukan mau kebarat-baratan, namun ia memilih nama itu sebagai usaha untuk kemampuan dan kemauan diri untuk maju.

Hasilnya, tak sampai dua tahun, warung I’AM miliknya telah memperkerjakan 100 karyawan. Bahkan, Irhamsyah sudah dapat menggaji karyawannya sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR). Kemajuan usahanya tak terbendung, pada tahun 2000, tempat yang sebelumnya disewa, pun berganti tangan dengan namanya. “Di sekitar lingkungan saya saat itu masih banyak bambu, sehingga timbul di dalam pikiran saya agar membuat warung yang terbuat dari bambu. Sehingga, dengan modal Rp150 ribu saya dapat mendirikan warung itu sampai sekarang ini,”ujar Irhamsyah.

Irhamsyah yang juga sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Binjai, mengaku kemajuan usaha yang dibuatnya bukan karena modal semata. Tetapi, dengan keberanian dan kemuan serta kerja keras juga diperlukan untuk memajukan usahanya itu. “Usaha tentunya menghadapi kesulitan. Namun, bagaimana cara kita belajar dari kesulitan itu untuk menuju kesuksesan. Bagi saya, kunci membuka usaha agar berhasil, berangkat dari keberanian, kemauan, kerja keras, dan terus belajar menciptakan ide-ide baru,” kata Irhamsyah.

Usaha Irhamsyah terus melaju dan pada tahun 2009 ia membangun cabang warung bambu I’AM di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota. Dengan menu khas warung bambu I’AM, seperti gulai asam baung, dan nasi goreng 15 rasa, serta ditambah menu khas lainnya. Menu khas tersebutlah yang membuat cabang warung bambu I’AM diminati dan terus dipadati oleh masyarakat yang ada di Kota Binjai maupun di luar Kota Binjai. Bahkan, Irhamsyah mengungkapkan, aset yang dihasilkannya dari warung bambu itu sampai saat ini mencapai Rp2,5 miliar.

“Untuk terus menumbuhkembangkan usaha ini saya akan terus mencari menu baru yang sesuai dengan lidah masyarakat Kota Binjai. Namun, untuk mencari menu baru itu, memang memakan waktu. Nanti, kalau sudah ada, boleh kita makan bersama,” ungkap Irhamsyah sambil tersenyum. (*/hariansumutpos)

sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/6950-lulusan-stm-elektronik-berhasil-di-tata-boga.html

No comments: