Tuesday, April 10, 2012

Dibalik Larisnya Soto Kudus ala Ludi Priyantono

“Untuk ibu hamil, gratis selamanya,” begitu bunyi spanduk seukuran satu meter itu. Soto Kudus Kauman di Karang Tengah, Cinere, seolah memanggil ibu-ibu hamil untuk berkumpul makan gratis di situ. Tapi, jangan salah, tak banyak ibu-ibu berbadan dua berkumpul di situ. Yang banyak justru para pelahap yang mengisi perut dan tampak lahap menikmati soto yang mereka pesan.

 

Soto ini disajikan dalam mangkuk kecil. Seperti soto Kudus umumnya, bahan soto terdiri atas potongan daging ayam kampung dan campuran tauge. Kuahnya bening dengan cita rasa rempah yang pas di lidah. Nah, inilah yang berbeda. Ludi Priyantono, 32 tahun, sang pemilik kedai, meracik sendiri bumbu-bumbu soto. “Rempah-rempahnya saya kombinasikan dengan bahan lain dan semua dilakukan dengan takaran yang sangat terukur,” ujarnya.
Semakin siang, warung itu semakin sesak dipenuhi pembeli. Semangkuk soto campur nasi cuma Rp 7.000. Selain soto dengan nasi campur atau dipisah, konsumen bisa menambah kerupuk udang, telur asin, sate ati ampela, sate kerang, maupun sate usus. Selain di Karang Tengah, masih ada lima gerai soto di tempat lain, salah satunya di Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Usaha Ludi ini dimulai sejak 2005. “Sudah banyak yang ingin franchise, tapi saya masih harus cari lokasinya,” katanya.

Majunya usaha dagang soto ini, diakui Ludi, berkah dari makan gratis untuk ibu hamil, orang-orang tertentu, dan pada waktu tertentu. Makan gratis buat ibu hamil di Soto Kudus Kauman bukan strategi pemasaran agar orang banyak datang. “Itu bukan promosi. Makan gratis itu ada kisah antara saya dan ibu saya supaya bisa dikenang selamanya,” ujarnya.

Saat itu, Tuminah, ibu Ludi, pada 1979, sedang mengandung Ludi danngidam pepes. Sebagai buruh pengumpul garam dan bersuamikan pemanggul garam di Pati, Jawa Tengah, kondisi ekonomi Tuminah tak memungkinkan untuk membeli pepes. Dia meminta pepes yang diidamkan itu ke salah satu kerabatnya. Tapi, ia ditampik dan malah disambut dengan muka masam dan cibiran. Barulah pada sore harinya, kerabatnya itu memberi pepes tersebut. Tapi kepalang, saat hendak makan, Tuminah malah mual.

 

Dari kisah itu, Ludi lalu berikrar akan memberikan makan gratis kepada setiap ibu hamil di kedai soto miliknya, “Ibu hamil boleh makan apa pun di resto ini.” Meski gratis, pelayanan untuk ibu hamil tak ada yang berbeda dengan pengunjung yang membayar.

Makan gratis ala Soto Kudus Kauman juga berlaku untuk orang yang berbuka puasa sunah atau puasa Ramadan. Bahkan di cabang-cabang tertentu, pada setiap Jumat dari pukul 15.00 sampai 16.00 WIB, orang bisa makan gratis. “Buat memberi kesempatan kalangan menengah ke bawah untuk juga bisa menikmati Soto Kudus ini,” katanya. (*/Tempointeraktif)

sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/9718-soto-kudus-kauman-gratis-untuk-ibu-hamil.html

No comments: