Wednesday, April 4, 2012

Toni Hadi, Raup Omzet Miliaran Dari Minuman Bandrek dan Bajigur yang Dikemas Modern

Memulai sebuah bisnis dari suatu hal yang awalnya sederhana, bila dikerjakan dengan ketekunan dan kerja keras, pasti akan membuahkan suatu hasil yang besar. Dengan bermodal keberanian dan semangat yang besar dalam memulai sebuah usaha, tak jarang akan lahir entrepreneur-entrepreneur baru dengan beragam bisnis yang menjanjikan.

Salah satunya adalah Toni Hadi Putra, yang kini telah sukses meraup rupiah dari bisnis minuman Bandrek (wedang jahe, sorbat) dan bajigur dengan merek j-mix, yang dijalankan di bawah payung kelompok usaha Jamitra Inkaru.

Dengan produk utama berupa minuman khas dari daerah Jawa Barat, Toni kini bisa mendapatkan omzet Rp 2,17 milyar pada tahun 2009, dan keuntungan Rp 350 juta, Bahkan, minuman tradisional ranah sunda itu sudah sukses dibawa Toni hingga ke Pekan Baru, Riau.

Pria kelahiran 31 Januari 1979 ini memulai usahanya pada tahun 2005 dengan modal sebesar Rp 50 juta yang didapatnya dari hasil pinjaman. Toni yang juga pemilik dari kelompok usaha Jamitra Inkaru, mengaku awalnya memulai usaha ini dengan bermodal nekat. Bagi alumni universitas Jenderal Ahmad Yani, Bandung, ini sebuah kesuksesan pasti diawali oleh sebuah langkah berani untuk memulai sesuatu hal.

Keberanian yang berasal dari kenekatan itu ditekuninya terus menerus. Sebagai anak muda yang bersemangat, Toni tadinya berpikir bahwa segala sesuatunya dikerjakan sendiri. Maka ia pun mendesain sendiri kemasan bajigur dan bandrek yang ia pasarkan. Bandrek dan Bajigur dijual dengan kemasan sachet hasil desainnya sendiri. Tetapi dalam perkembangan di pasar, ternyata faktor desain menjadi sangat krusial dalam penyerapan pasar untuk kategori minuman sachet. Pernah terjadi, salah satu produknya dengan desain hasil karya sendiri ternyata tidak laku di pasar. Usut punya usut, faktor desain memegang peranan penting di mana desain hasil karyanya ternyata tidak disukai pasar.

Akhirnya, dengan bantuan seorang desainer, mulailah ia mengganti cetakan desain dengan layout yang lebih baik. Hasilnya mulai terlihat dengan semakin besarnya produk yang diserap pasar. Faktor desain kemasan ternyata menjadi salah satu faktor dominan bagi seorang pembeli.

Apa yang dilakukan Toni tidak saja berguna bagi dirinya sendiri, tetapi juga karyawanannya. Hingga saat ini, tidak kurang ia mempekerjakan 25 karyawan di berbagai divisi yang direkrutnya secara profesional. Usahanya berhasil membuka peluang kerja bagi mereka yang membutuhkan.

Dengan kejujuran, kerja keras, dan pantang menyerah, Toni menjadi salah satu contoh baik bagaimana kita mengelola kenekatan menjadi sebuah keberanian sikap untuk memulai usaha. Pada mulanya mungkin akan mengalami keraguan apakah usaha yang dirintis akan berhasil atau tidak, tetapi mestinya kita yakin, bahwa semua kesulitan akan menemukan jalan keluarnya sendiri. (*/Gentur)

sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/12470-toni-hadi-putra-bos-bandrek-bermodal-nekat.html

No comments: