Tuesday, April 10, 2012

Mariana Gantina, Inspirasi Usaha Resto Jepangnya Berkat Main Game

Tidak semua bisa mendapatkan inspirasi untuk menekuni usaha. Namun, Mariana Permata Gantina sukses menekuni bisnis masakan ala Jepang karena terinspirasi permainan (game house) memasak di komputer.

 

Permainan di komputer dengan fasilitas internet saat ini bukan hal yang asing lagi. Ratusan ribu jenis permainan (game) bisa dimainkan tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Salah satu game di komputer ataupun internet yang pernah sangat digemari kalangan remaja putri adalah permainan masak-memasak.

Jika ingin memainkannya, tinggal diunduh (download) dari internet ke laptop, langsung bisa dimainkan. Berawal dari game masak-memasak, Mariana Permata Gantina sukses menekuni bisnis. Dia bahkan bisa mendirikan restoran bernama Sushi Tenkamado yang kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Kisah sukses itu berawal dari saat masih duduk di bangku kuliah di Bandung.Istri dari Giovani Vava Andreas Pohan ini memang sangat menggemari game house.Salah satu game favoritnya adalah permainan membuat masakan Jepang bernama sushi. “Dari game house tersebut kita belajar bagaimana menyebut aneka sayuran dalam bahasa Jepang, sampai akhirnya hafal,” kata wanita berkulit kuning langsat itu kepada SINDO beberapa waktu lalu.

Game yang awalnya menjadi pengisi waktu luang di sela-sela tugas akhir mengerjakan skripsi, akhirnya berubah menjadi sebuah ide untuk menekuni bisnis masakan Jepang. Dari game tersebut, Mariana mulai mengerti bagaimana menangani sebuah restoran. Mulai dari menyediakan menu,pelayanan, kebersihan,bagaimana menyediakan bahan mentah, hingga mencari menu-menu baru.

“Game-nya seru sekali.Sampai akhirnya saya ngebut bikin skripsi dua bulan, setelah itu menggeluti bisnis masakan Jepang,”kata dia. Sambil menunggu wisuda di awal 2010, alumnus Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut mulai menyusun rencana untuk membuka bisnis makanan ala Jepang di Jakarta.

Apalagi, saat itu di Bandung, kata dia, sedang marak-maraknya masakan Jepang bernama sushi dengan harga yang relatif murah. Dari sana terpikir olehnya untuk mencoba mengusung bisnis masakan Jepang yang sedang tren di Bandung tersebut ke Jakarta. Sebelum benar-benar membuka bisnis makanan ala Jepang, wanita ramah ini melakukan survei dengan mengunjungi restoran Jepang di Jakarta.

Namun,tidak satu pun rasa dari masakan yang disajikan cocok dengan seleranya.Hingga akhirnya diputuskannya untuk membuka bisnis masakan Jepang bersama suaminya. Pasangan ini tidak begitu saja sukses memulai usaha.Bisnis masakan Jepang yang digeluti pertama kali dibuka dengan menggunakan sebuah mobil tenda.

Saat itu dia berjualan dengan status pedagang kaki lima di kawasan Tebet.Tidak disangka, ternyata masakan yang disajikan kepada pelanggan sangat diminati. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah semua bahan yang disajikan sudah matang. Padahal, di Jepang sushi adalah makanan yang disajikan dengan daging ikan mentah.

Inovasi tersebut,menurut Mariana, karena tidak semua orang Indonesia suka daging ikan mentah. “Ini salah satu terobosan baru kita,sushi yang kita sajikan adalah daging ikan matang,”tegasnya. Sejak itulah, bisnis masakan Jepang yang digelutinya sukses menjaring pelanggan setia. Sejak itu pula Mariana mulai membuat menu-menu inovatif.

Misalnya, mengombinasikan ramen dengan sensasi rasa pedas.Ada pula inovasi dengan cita rasa saus. Tidak disangka- sangka ternyata semakin banyak pelanggan yang datang. Sehingga, makanan yang dijual selalu habis menjelang warung tenda mobil tersebut tutup. Dalam berbisnis, menurutnya, harus berani rugi.

Paling tidak satu tahun pertama jangan berharap bisa mendapatkan keuntungan lebih. Bagi wanita penggemar cincin ini,tidak masalah meski di tahun pertama usahanya tidak mendapatkan banyak untung.Yang penting bagaimana mengejar pelanggan dan mendapatkan feed back agar konsumen mengenal masakan yang dijualnya.

“Pernah satu hari waktu awal buka, kita hanya mendapatkan Rp73.000,untuk beli salmon saja tidak cukup.Tapi,pernah juga omzet kita mencapai Rp1,6 juta per hari,”katanya.

sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/9458-terinsipirasi-game-mariana-permata-buka-resto-jepang.html

No comments: