Thursday, April 19, 2012

Permadi, Ide Bisnis Sari Kacang Hijau-nya Datang dari Pengalamanan yang Tak Terduga

Apa yang dilakukan Paskasius Permadi dan Priyo Anggoro menunjukkan bahwa ide untuk berbisnis itu bisa datang dari pengalamanan yang tidak bisa diduga. Kisah tersebut bermula saat Paskasius mendampingi anaknya yang terbaring lemas di rumah sakit. Hampir tiap hari, rumah sakit memberikan sajian minuman kacang hijau. Rasa ingin tahu yang begitu besar akan khasiat kacang hijau inilah mendorongnya untuk berjualan sari kacang hijau dengan mobil bak terbuka.

’’Kebanyakan rumah sakit menyajikan kacang hijau sebagai menu wajib pada pasien. Saya penasaran kenapa kacang hijau yang disajikan,’’ ujar pria berkacama minus itu.

Kenapa tidak memilih jualan jus buah? Menurut dia, jus buah cenderung bisa dibuat semua orang. Tapi kalau minuman kacang hijau tidak semua orang bisa membuatnya. Karena alasan tidak praktis inilah, bapak dua anak itu pun melihat usaha tersebut menjadi peluang menarik. Bersama rekan satu kantor, pada akhir tahun lalu keduanya memulai bisnis tersebut dengan modal sekitar Rp 15 juta.

Ternyata dari coba-coba tersebut, keberhasilan mereka dimulai. Uji coba membuat sari kacang hijau itu tidak semudah yang dibayangkan. Paskasius pun berani mengklaim kalau usaha yang digelutinya itu baru satu-satunya di Semarang. Pasalnya, kebanyakan yang dijual bukan sari melainkan hanya rebusan kacang hijau. Selain itu, untuk menghasilkan sari kacang hijau, digunakan mesin ekstraktor khusus yang didatangkan langsung dari Malang, Jawa Timur. Priyo Anggoro, atau akrab disapa Gogor menimpali, khasiat kacang hijau tidak kalah hebatnya dengan buah-buahan.

Menurutnya, selain mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya, kacang hijau juga bisa membantu menyembuhkan penyakit serta bagus dikonsumsi ibu hamil. Berbagai penyakit maupun gangguan yang bisa diatasi dengan mengasup kacang hijau antara lain beri-beri, radang ginjal, melancarkan pencernaan, tekanan darah tinggi, keracunan alkohol, pestisida, timah hitam, mengurangi gatal karena biang keringat, muntaber, menguatkan fungsi limpa dan lambung, impotensi, TBC paru-paru, jerawat, mengatasi flek hitam di wajah, dan lain-lain. Selain itu, kacang hijau juga bisa menurunkan demam.

Bahkan menurut hasil penelitian, kacang hijau adalah penurun demam terbaik bila dibandingkan dengan ramuan tradisional lainnya. Hebatnya lagi, biar direbus lama, sampai hancur, kacang hijau tetap berkhasiat, tidak terpengaruh dengan panas. Berbeda dengan kacang, sayur, buah, dan bahan ramuan tradisional lainnya yang bila direbus terlalu lama, akan menurunkan khasiat pengobatannya.

Namun kenapa yang diambil hanya sarinya saja. Ternyata, sambung Paskasius, kalau ampasnya diikutkan jika diminum akan terasa tidak nyaman di tenggorokan. Tiap hari sari kacang hijau bermerek Ge Ge ini mangkal di Jl Kelud Raya. Sedangkan tiap Jumat-Minggu, keduanya menyasar Pasar Semawis di Kampung Pecinan. Pendapatan yang dikantongi cukup lumayan, berkisar antara Rp 150.000-Rp 600.000 per hari. Ke depan, keduanya terobsesi bisa berjualan menjangkau 10 titik di kawasan Semarang.

Bagi mereka yang ingin membuka usaha, keduanya menawarkan waralaba dengan harga paket dari Rp 4 juta-Rp 4,5 juta. Keduanya tidak segan berbagi ilmu, dan memberi kesempatan bagi yang tertarik agar datang ke Jalan Lamongan I/No 3, Semarang, telepon 081575323872. (*/SM)

sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/kuliner/7780-paskasius-priyo-sukses-berbisnis-sari-kacang-hijau.html

No comments: