Friday, May 6, 2011

Olah Ikan Mas-Nila Balita, Beromzet Rp50 Juta/Tahun

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone

JAKARTA - Bermodal produk yang unik, industri makanan yang satu ini bisa menjadi pilihan alternatif di tengah ramainya industri makanan saat ini. Seperti industri yang dijalankan Endan Wildan. Apa itu?

Ikan Mas dan Nila balita, yakni ikan kecil dengan ukuran panjang empat sampai enam centimeter (cm), mempunyai lebar satu sampai dua cm, dan berusia antara 50 sampai 60 hari dari benih atau seukuran jari orang dewasa bisa menjadi investasi yang menggiurkan bila diolah dengan baik.

Menurut salah satu suplier ikan Mas-Nila Balita dari Cianjur, Endan Wildan, ikan ukuran ini banyak diminati konsumen karena selain rasanya enak juga banyak mengandung vitamin, protein, karbohidrat, omega 3, serta DHA.

Selain itu kandungan gizi tersebut 30 kali lipat dari ikan ukuran pedaging karena bisa di makan semua bagian termasuk tulangnya. "Ikan ukuran ini dibesarkan dengan sistem nina padi, yakni sistem pemberian makan ikan berupa plangton alami dan tidak diberi makan pakan buatan atau pelet," jelasnya kepada okezone, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Endan memulai bisnis ini sejak 2009 lalu. Dengan modal yang hanya Rp5 juta, dalam setahun dia dapat menghasilkan omzet Rp50 juta. "Ikan balita ini dipasarkan ke pasar swalayan di Jabotabek maupun dijual di daerah sekitar Cianjur dan Puncak, sebelumnya ikan tersebut digoreng terlebih dahulu," jelasnya.

Di samping itu, dia juga menyuplai ke restoran dan katering. Menurutnya, saat ini banyak restoran ataupun rumah makan yang menawarkan ikan balita sebagai menu utama.

"Mulai dari Restoran bernuansa Sunda, Padang, Seafood maupun Restoran lain bernuansa nasional. Begitu juga dengan katering yang berkelas menengah ke atas," tukasnya.

Menurutnya, dalam sehari, industri menggiurkan yang digelutinya ini mampu menggoreng sebanyak satu kuintal ikan untuk kemudian dipasarkan sebanyak 350 ons per tiap satuan kemasan.

"Paling sedikit kami memproduksi 50 kg per hari, yah lumayan lah omzetnya untuk sampingan," ujar pria yang sebelumnya menggeluti bisnis penjualan sembako dan buah ini.(ade) (sumber okezone.com)

No comments: