Wednesday, March 14, 2012

Siti Chasanah, Dari Bisnis Yang Ditekuninya Mampu Pekerjakan Ribuan Karyawan

Pembelajaran bisnis yang sudah diakrabi sejak kelas 1 SD telah membawa Siti Chasanah sukses sebagai Direktur Utama PT Sapta Sarana Sejahtera. Perusahaan jasa outsourcing,  direct sales agency serta cleaning and garden service. Tidak itu saja, wanita yang ramah dan tetap energik diusianya yang  ke-52 ini kini duduk sebagai Direktur Utama PT. BSP serta komisaris sebuah perbankan syariah, Harta Insan Karimah Group, yang dirintis bersama teman alumni HMI khusus Fakultas Ekonomi UGM.

Pengalaman Bisnis

Mengingat tempat tinggalnya dekat dengan stadion yang selalu ramai saat peringatan tujuh belasan, Siti kecil bersama kakaknya, Siti Fatimah yang kini pun sukses sebagai pengusaha mencoba peruntungan dengan berjualan jeruk. “Kami menjual jeruk dengan tampah lalu menjajarkannya di tepi stadion,” Siti membuka cerita. Namun malang, setelah menunggui dari siang hingga sore, jeruk-jeruk yang ditata dengan rapi  tak sebutirpun menarik perhatian orang-orang yang sibuk mengikuti karnaval. Tidak laku! Siti dan kakaknya tak kehabisan akal. Usai shalat Ashar keduanya lantas mengemasi jeruk dan mengikuti karnaval. Dua gadis kecil kakak-beradik kini beriringan menggendong “jeruknya” sepanjang beberapa kilometer hingga ke garis finish di alun-alun. Tidak sia-sia, di tempat itu satu-persatu jeruknya mulai laku. Hingga menjelang malam, usai shalat maghrib mereka tetap berjualan sebelum akhirnya beranjak pulang.

Namun di tengah perjalanan lagi-lagi tercetus ide untuk menghabiskan beberapa butir yang tersisa. Mereka pun menggelar dagangan di bawah tiang lampu penerang di pinggir jalan. Hingga pukul 22.00, akhirnya semua jeruk terjual 100%! “Perpaduan sikap semangat-pantang menyerah, kejujuran dan disiplin ibadah, merupakan hikmah yang saya  dapatkan. Ketiganya mengkristal dan telah membawa saya menjadi seorang pebisnis” ujar Siti Chasanah memetik pelajaran saat menjalankan “bisnis” jeruknya semasa SD.

Tekad Kuat

Sosok wanita kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, ini mengawali  karirnya di perusahaan asing, IBM. Kemudian pada tahun 2005 ia memutuskan bergabung dengan PT. Sapta Sarana Sejahtera yang didirikan oleh suaminya, Bambang Hariadi Sutedjo yang juga pernah sekantor dengan Siti dan pernah sama-sama mendapat beasiswa di Magister Managemen (MM) UGM. ”Setelah dari IBM saya tidak mencari perusahaan lain kecuali ingin membesarkan perusahaan sendiri,” ungkap Siti yang berusaha menempatkan diri sebagai partner bisnis sekaligus istri yang selalu mensuport sang suami.

Baginya, mengembangkan PT Sapta  Sarana Sejahtera sebagai perusahaan bidang alihdaya memiliki beberapa misi, terutama untuk divisi cleaning service; perusahaan yang juga dikenal PT. SSS berusaha menciptakan peluang kerja untuk mereka yang mengalami kesulitan bekerja di perkantoran.  Secara keseluruhan, Siti Chasanah selalu menekankan profesionalitas dalam setiap divisi. Dimulai dengan proses recruitment yang sangat ketat dan selektif. Lalu dibekali dengan program training hingga benar-benar terlatih dan siap pakai. Selain itu, mereka memiliki nilai tambah, berupa pemahaman atas target-terget yang ingin dicapai oleh perusahaan yang telah memberikan kepercayaan kepada PT. SSS. Sejak berdiri  pada tahun 1993,  telah  banyak perusahaan bonafide yang menjalin kerja sama, seperti Citibank, Trikomsel, operator GSM, RSPP, bahkan terakhir sedang mengerjakan proyek pajak berupa data entry.

Dari sekitar 3000 karyawan yang ada, selain di Jakarta, mereka tersebar di Jogjakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Balikpapan

Tanggungjawab Sosial

Jujur, tanggung jawab, berpandangan ke depan, disiplin, kerja sama, adil dan peduli, merupakan tujuh nilai dasar yang harus ada dalam perusahaan. Untuk itu pembentukan sistim dan manajemen yang jelas serta penanaman tujuh nilai dasar perlu dilakukan secara terus-menerus. Antara lain dengan mengikutkan karyawan untuk mengikuti pelatihan ESQ. Selain itu, prinsip kekeluargaan dalam perusahaan  sangat dikedepankan, sehingga Siti Chasanah sangat memahami kebutuhan masing-masing karyawannya. Diantaranya upaya pembayaran gaji yang tidak boleh telat satu hari pun.

“Kita tahu, mereka begitu menunggu-nuggu gaji untuk berbagai keperluan.  Bahkan untuk kontrak dengan rekanan bisnis baru, PT. SSS  akan menyediakan gaji selama tiga bulan sabagai antisipasi keterlambatan pembayaran dari klien,” terang Siti. Bagi perusahaan yang menginginkan jasanya, dapat menghubungi di telepon 021-5721330/32

sumber: http://www.majalahwk.com/artikel-artikel/teropong-usaha/289-edisi-majalah.html

No comments: