Wednesday, March 14, 2012

Dina, Dari Hidup Pas-pasan Sampai Akhirnya Mapan Lewat Kebun Kelapa Sawit

Hidup pas-pasan sering membuat orang merasa tertekan. Siapa yang tidak? Apalagi ditambah dengan kondisi kekinian yang cenderung serba ekstrim: ekstrim kaya, ekstrim miskin. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Kapitalisme menguasai sistem dan emosi manusia. Mengerikan, tapi itulah yang terjadi.

Menghadapi masalah ini, segalanya tergantung kita. Kita tidak bisa menyalahkan keadaan karena bukan salah mereka semua jadi begini, pun tidak ada solusi yang bisa didapat dari mengeluh dan mencaci. Sesungguhnya hanya pribadi-pribadi yang tegar dan pantang menyerahlah yang bisa bertahan. Profil-profil tersebut juga harus cerdas karena begitu banyak kebodohan yang terbentang di mata orang yang tertimpa kesulitan karena kesulitan itu sendiri mendatangkan kepanikan, menghilangkan kekuatan yang membebali otak dengan getah keputusasaan yang lengket tiada tara. Merekatkan semua sifat jelek, berkumpul jadi satu melawan diri kita sendiri, memaksa kita berhenti berharap. Salah satu wanita yang mampu menjawab tantangan ini dan mengubahnya jadi keuntungan adalah sosok Ir. Dina Panjaitan, MBA. Bagaimana ia melewati masa-masa suram hingga berhasil seperti sekarang?

Guru SMP yang Tidak Pernah Berbisnis

Menginjak usia ke-21, seorang Dina baru terpikir untuk berbisnis. Saat itu, dirinya hanyalah seorang guru SMP Negeri dengan gaji pas-pasan dan telah menikah. Peluang yang dilihatnya tidak ia abaikan begitu saja. Dina bergerak, tidak banyak ragu. Bisnis yang digelutinya terbilang cukup beragam, seperti: berjualan barang-barang antik, bunga hias dan anggrek, sampai beternak ayam petelur. Di masa-masa awal berdagang, kesulitan menghadang. Tapi, Dina pantang surut ke belakang. Kesulitan-kesulitan bervariasi yang ia terima, mulai dari kurangnya modal untuk membeli barang-barang yang akan dijual sampai lelahnya menawarkan dagangan dengan berjalan kaki atau gonta-ganti kendaraan umum, tidak jadi alasannya untuk berhenti. Ada tekad besar dalam dirinya yang membuatnya bertahan.

Dina pun gigih mencari pelanggan baru untuk usahanya. Sistem kredit ia terapkan untuk barang-barang dagangannya dengan harapan menjaring lebih banyak orang yang mau membeli. Pencicilan dapat dilakukan sampai 2 – 3 bulan berikutnya. Targetnya adalah ibu-ibu dari semua usia dan keadaan ekonominya cukup baik. Mentalnya yang baja membuahkan nasib baik. Perlahan bisnisnya mulai menunjukkan hasil, terutama bisnis kelapa sawit yang sekarang dilakoninya. Bahkan hasil dari bisnis tersebut mampu membiayai kehidupannya sehari-hari dan anak-anaknya bersekolah sampai bangku kuliah. Karena melihat prospek yang bagus dari bisnis ini, Dina menyiapkan rencana untuk membeli kebun-kebun kelapa sawit lainnya. Kini, ia tengah menabung untuk mewujudkan hal tersebut.

Saat ini, Dina memiliki 20 orang tenaga kerja di kebun kelapa sawitnya. Dina menganggap mereka sebagai mitra kerja. Ada di antara mereka yang bahkan mampu membiayai kehidupannya sekaligus menabung untuk membeli kebun kelapa sawit sendiri. Menanggapi hal ini, Dina sama sekali tidak keberatan. Itu dapat terjadi karena Dina merasa sangat terbantu oleh jasa mereka selama ini.

Harta Bukan Segala-galanya

Perjalanan karir Dina yang sukses berimbas pada keluarganya. Kini, ia bisa mengajak orang-orang yang dia sayangi jalan-jalan ke luar negeri. Ia menyadari harta yang ia peroleh tidak ada artinya bila hanya ditumpuk, tidak digunakan untuk kepentingan sesama manusia. Akhirnya, Dina sepakat untuk mengatakan harta tidak lebih berharga dari keluarga yang dimilikinya sekarang. Bahkan sangat berharga hingga tidak tergantikan oleh harta mana pun. Apa yang dipahami Dina tidaklah sulit untuk dipahami pula oleh orang lain. Karena, dalam diri manusia ada beberapa unsur yang “hidup” dan butuh diberi makan. Satu, fisik. Dua, batin. Manusia yang hidup hanya memikirkan soal fisik, maka batinnya akan kering. Begitu pula sebaliknya.

Kesuksesan Dina, yang saat ini didapatkannya tak akan pernah hadir jika tidak diperjuangkannya. Mau sharing pengalaman hidup berwirausaha bersama Dina silakan kontak telepon 0741-62211/0811740574

sumber: http://www.majalahwk.com/artikel-artikel/teropong-usaha/286-edisi-majalah.html

No comments: