Wednesday, April 6, 2011

Hadi Rumpoko, Mantan TKI yang Kini Sukses Berbisnis ulat Hong Kong

Berikhtiar selama bertahun-tahun merawat dan menjual ulat Hong Kong, Hadi Rumpoko, 54, warga Kelurahan Satriyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kini menjadi pengusaha yang berhasil.

Namun suami Hj Nurul Hayati, 49, ini tidak akan pernah lupa, kesuksesan yang diraihnya merupakan buah dari kerja keras. Sebelum menyandang status haji serta memiliki aset bernilai ratusan juta rupiah, Rumpoko hanyalah pedagang kecil yang menjual dagangannya secara obrok (keliling).

Rumpoko mengungkapkan, kesuksesan yang dia raih juga tak lepas dari bantuan Mandiri Business Banking yang selama ini memberi dukungan modal bagi usahanya.

Apalagi sebagai nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR), dia selalu mendapat sokongan pinjaman modal dari Mandiri Business Banking. Diakui Rumpoko, berkat bantuan modal tersebut, usaha peternakan ulat Hong Kong yang dia geluti maju pesat.

Usaha ini mampu mendatangkan rezeki ratusan juta rupiah setiap bulannya. ”Mandiri Business Banking sangat membantu usaha saya,” terang Rumpoko tanpa mau menyebut omzetnya secara terperinci.

Mengilas balik perjuangannya, terbayang jelas di mata Rumpoko,setiap pagi dia dan sang istri harus membungkusi ikan asin, terasi, garam, dan gula. Selanjutnya, semua bahan untuk memasak itu ditempatkan di dua keranjang bambu yang sebelumnya sudah terpasang di sepeda onthel miliknya.

Mata pencaharian itu dia tekuni selama dua sampai tiga tahun pada 1980-an. Itu setelah usaha perkebunan tebu yang dia geluti bangkrut. Bagi ayah Nur Isna Kusumastuti,21,dan Nurega, 13, ini, hidup tidak boleh menyerah dengan keadaan sesulit apa pun.

Dia bahkan sempat menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Namun dia memilih kembali ke Blitar karena tidak bisa berpisah lama dengan keluarga.

Dia lalu memulai menjadi pedagang obrok. Keuletan serta semangat disiplin tinggi membuat usahanya berkembang. Rumpoko bisa membeli sepeda motor dan dia gunakan untuk berjualan menggantikan sepedanya.

Semangat pantang menyerah dan berani mencoba mendorong Rumpoko melirik usaha lain dengan harapan bisa meraih keuntungan yang lebih besar. Masih bekerja sebagai pedagang obrok, Rumpoko mengalihkan sebagian modalnya untuk memproduksi minuman limun.

Dia lalu membeli satu mobil pick up untuk angkutan distribusi produk limunnya. ”Ini berlangsung pada 1984-1986,” terang Rumpoko. Distribusi limun itu menjangkau sebagian daerah Kabupaten Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Blitar, dan Kediri.

Rumpoko pun beralih usaha dari pedagang obrok menjadi penjual limun. Dari rutinitasnya mengantarkan sendiri limun ke sejumlah konsumen, Rumpoko mengenal ulat Hong Kong dari salah seorang warga di Kabupaten Malang.

Rumpoko tertarik dengan usaha yang menurut penglihatannya sederhana sekaligus menjanjikan keuntungan lebih dibandingkan menjual limun. Tahun 1987, bersama sang kakak bernama Puji Purwanto, Rumpoko mencoba membeli bibit ulat di Pasuruan.Kurangnya modal membuat Rumpoko terpaksa menjual perhiasan emas milik istrinya.

”Saat itu saya beli 70 kg bibit ulat dengan harga Rp40.000/kg. Saya jual kalung istri saya dengan harga Rp700.000,” terangnya.

Minim kemampuan dan lemah dalam pengelolalan, ditambah harga bibit ulat hong kong sedang merosot, membuat usaha yang baru dirintis selama enam bulan itu berantakan.

Selain harga bibit jatuh menjadi Rp1.500/kg, banyak bibit yang mati saat proses pemeliharaan. Sebab semuanya dikerjakan oleh Rumpoko secara autodidak. Kegagalan tak membuat Rumpoko patah arang. Setelah sempat terhenti, dia kembali mencoba usaha peternakan ulat Hong Kong.

Sebanyak 20 kg bibit dia beli senilai Rp800.000. Sedikit demi sedikit keuntungan berhasil diraih Rumpoko. Keuntungan yang diperoleh hampir seluruhnya digunakan untuk mengembangkan ulat.

Dengan optimistis dia menggeser produksi limun hanya sebagai pekerjaan sampingan. Setiap bulan Rumpoko secara rutin melayani pesanan ulat Hong Kong sebanyak 11 ton. Permintaan datang dari Jawa Barat, Kudus (Jateng), Pasuruan (Jatim), Surabaya, dan Jakarta.

”Informasinya ulat ini diekspor ke Amerika dan Jepang untuk makanan ular dan kura-kura. Kalau di sini biasanya untuk makan burung ocehan,” jelasnya.

Dia membeli ulat dari petani seharga Rp28.000/kg dan dijual Rp30.000/kg. Rata-rata transaksi yang dia lakukan setiap minggu berkisar Rp25 juta-Rp30 juta. Untuk biaya perawatan sekaligus pakan ulat Hong Kong sebelum dikirim ke penjual, Rumpoko menghabiskan biaya Rp5 juta per minggu.

Dari hasil usaha yang terus berkembang, Rumpoko bersama istrinya, Nurul Hayati, bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada 2007. Dia juga membeli tanah yang di atasnya kini dibangun tempat tinggalnya. ”Saya juga membeli mobil dan mampu menyekolahkan anak sampai universitas di Surabaya,” ungkapnya.

Seiring meningkatnya usaha, musibah datang menghampiri. Hubungan arus pendek listrik di tempat pemeliharaan ulat menghanguskan hampir seluruh bangunan.

Untung, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke rumah induk yang berjarak hanya beberapa meter. ”Itu terjadi tahun 2009,” katanya.

Meski cukup membuat shock, musibah itu tidak sampai mengganggu kelancaran usahanya. Apalagi setelah kembali mendapat pinjaman dana dari Mandiri Business Banking, Rumpoko makin optimistis bisa mengembangkan usahanya lebih besar. Jumlah karyawan yang sebelumnya hanya lima orang kini menjadi 10 orang.

Untuk menjaga hubungan sosial di lingkungan terdekatnya, Rumpoko juga menggunakan modal pinjaman dari Mandiri Business Banking untuk menolong warga miskin dengan cara memberi pinjaman dengan bunga lunak.

Sebab, tidak semua warga mengetahui cara-cara meminjam uang di bank. Rumpoko mengatakan, ada sejumlah kepala keluarga yang sebelumnya menganggur kini menekuni pekerjaan setelah memperoleh manfaat dari separuh pinjaman modal dari Mandiri Business Banking.

Bagi Rumpoko, kucuran modal dari Mandiri Business Banking sangat membantu usaha mikro kecil menengah di lingkungan terdekatnya.” Rata-rata untuk usaha ternak kambing. Nominalnya bervariasi, ada yang Rp5 juta hingga Rp10 juta,” ujarnya. Saat ini dia hanya mengawasi kinerja anak buah selain menjaga hubungan baik dengan mitra kerja.

Kendati demikian, tebersit di pikirannya untuk membuka usaha lain yang bisa menghasilkan keuntungan lebih besar. ”Kalau ditanya cita-cita, saat ini saya ingin membuka usaha dealer motor. Kalau memang ada cukup dana, termasuk pinjaman dari Mandiri Business Banking, saya akan mencobanya,” tandas Rumpoko. (solichan arif)(Koran SI/Koran SI/ade) (sumber okezone.com)

6 comments:

Mrs Rebecca said...

Kami adalah organisasi yang dibentuk untuk membantu orang yang membutuhkan
bantuan, seperti bantuan keuangan. Jadi, jika Anda melalui keuangan
Masalahnya, jika Anda mengalami kekacauan finansial dan membutuhkan dana
memulai bisnis Anda sendiri atau Anda memerlukan pinjaman untuk melunasi hutang atau membayar
tagihan, memulai bisnis yang bagus atau Anda merasa sulit
mendapatkan pinjaman modal dari bank lokal, hubungi kami hari ini melalui e-mail
rebeccawilliamsloanfirm@gmail.com

 "Jadi, jangan biarkan kesempatan ini berlalu begitu saja,
Anda disarankan untuk melengkapi dan mengembalikan rinciannya di bawah ini ..

Namamu: ______________________
Alamat Anda: ____________________
Negaramu: ____________________
Tugas Anda: __________________
Jumlah pinjaman yang dibutuhkan: ______________
Jangka waktu pinjaman: ____________________
Pendapatan bulanan: __________________
Nomor handphone: ________________
Apakah anda mengajukan pinjaman sebelumnya: ________________
Jika Anda mengajukan pinjaman sebelumnya, di mana Anda diperlakukan dengan jujur? ...

Bertindak cepat dan keluar dari tekanan finansial, kekacauan, dan tantangan
hubungi REBECCA WILLIAMS LOAN FIRM hari ini melalui e-mail:
rebeccawilliamsloanfirm@gmail.com

Romlah Afita said...

Salam kenal dari saya mbak Romlah sengajah mempublikasikan cerita ini disini, saya bukan sombong tapi saya semata" hanya ingin berbagi kepada anda yang lagi butuh pertolongan.. Saya duluh kerja di malaysia sebagai PRT selama 7 tahun gaji waktu itu kurang lebih 3,5 juta per bulannya namun itu tidak pernah cukup untuk kebutuhan keluarga saya karna setiap bulannya harus membayar hutang piutang orang tua di BANK, singkat cerita.. Sekarang hutang orang tua saya sudah lunas senilai 335 juta dan sekarang saya sudah punya usaha tokoh perlengkapan bayi berkat bantuan MBAH BALAPATI melalui pesugihan putih dana gaib senilai 1 miliar.. Duluhnya saya takut untuk mengikuti pesugihan ini karna saya pikir ada tumbal ternyata tidak ada sama sekali dan jarak jauh pun bisa.. Singkat cerita duluhnya saya cuma melihat komentar seseorang di internet tentang MBAH BALAPATI alhamdulillah ternyata bener" terbukti dan saya salah satu orang yg sudah membuktikannya sendiri.. Siapa tau ada teman yg lagi ada masalah baik keuangan ataupun hal" lainnya silahkan coba konsultasi dengan beliau call/sms di nomer:+6282190534451 anda baik beliau pasti ramah melayani anda.. Muda"han dengan adaNya pesan singkat saya ini bisa bermanfaat.



Salam bagi teman nak rantau.
Spirit at work :-)



aditya.aulia139@gmail.com said...

Assalamualaikum Wr. Wb

Nama saya Aditya Aulia saya mengalami trauma keuangan karena saya ditipu dan ditipu oleh banyak perusahaan pinjaman online dan saya pikir tidak ada yang baik bisa keluar dari transaksi online tapi semua keraguan saya segera dibawa untuk beristirahat saat teman saya mengenalkan saya. untuk Ibu pada awalnya saya pikir itu masih akan menjadi permainan bore yang sama saya harus memaksa diri untuk mengikuti semua proses karena mereka sampai pada kejutan terbesar saya setelah memenuhi semua persyaratan karena permintaan oleh proses saya bisa mendapatkan pinjaman sebesar 350jt di rekening Bank Central Asia (BCA) saya saat saya waspada di telepon saya, saya tidak pernah mempercayainya, agaknya saya bergegas ke Bank untuk memastikan bahwa memang benar ibu kontak sekarang mengalami terobosan pemanasan jantung dalam kehidupan finansial Anda melalui apakah itu BBM INVITE-nya: {D8980E0B} atau apakah kamu ingin mengkonfirmasi dari saya? Anda bisa menghubungi saya melalui surat saya {aditya.aulia139@gmail.com} dan juga Anda bisa menghubungi perusahaan CREDIT UNION DAYA LESTARI via {mail:iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}


WhatsApp Only::::{+33753893351}
Email:::::::{{aditya.aulia139@gmail.com}}
{{iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}}

Unknown said...

Ass. Perkenankan saya untuk memohon maaf sebesar - besarnya jika apa yang saya ceritakan nantinya akan membuat anda tersinggung, sebelumnya perkenalkan nama saya Herlina Parawati, saya berasal dari Deli Serdang, saya seorang istri dari ibu 4 orang anak. Awalnya kehidupan keluarga saya sangatlah bahagia. Walaupun penghasilan suami saya hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari - hari keluarga kami, saya sangatlah bersyukur dan tak lama kemudian alhamdulillah suami saya diberikan kenaikan jabatan oleh atasannya, kehidupan kami mulai menanjak naik dan kami berpikir untuk membuka usaha. Singkat cerita sekali lagi saya sangat bersyukur sebab usaha ayam bakar yang kami buat sangat laris sehingga mendatangkan keuntungan besar bagi kami sekeluarga. Untuk memperbesar usaha kami, saya dan suami akhirnya memberanikan diri untuk meminjam uang di bank,setelah itu saya mendirikan cabang warung ayam bakar saya di berbagai daerah di Indonesia. Dengan jumlah karyawan kurang lebih 150 orang. Semula perkembangan usaha kami cukup baik, namun setelah setahun kemudian usaha kami mulai meredup dan cabang cabang warung ayam bakar kami mulai tutup satu per satu. Akhirnya usaha kami bangkrut dan menyisakan utang bank yang sangat besar bagi kami sekeluarga. Habis Jatuh Tertimpa Tangga pula suami saya dipecat dan dipenjarakan akibat dituduh menggelapkan uang perusahaan. Akhirnya semua hutang bank dan biaya hidup saya tanggung sendiri membesarkan empat orang anak tanpa suami saya merupakan cobaan yang sangat berat bagi kehidupan saya. saya stres dan hampir memutuskan kejalan yag salah dengan mengakhiri hidup saya sendiri, dalam keterpurukan hidup saya, secara tidak sengaja saya membuka salah satu blog kesaksian dan membaca kolom komentar seseorang yg punya nasib yang sama dengan saya. Dalam komentarnya dia mengarahkan saya untuk menghubungi seorang guru yakni Kyai H. Achmad Mubarak yang membantunya keluar dari masalahnya. Saya mencoba menghubungi pak kyai dan alhamdulillah beliau bersedia membantu saya. Masyaallah berkat bantuan beliau akhirnya semua utang saya lunas dan saya mampu mendirikan usaha kembali , walhasil sekarang saya sudah memiliki aset dimana mana dan memiliki perusahaan yang mengeskpor hasil laut keluar negeri, Semua ini terjadi berkat Allah SWT lewat uluran tangan pak Kyai H. Achmad Mubarak yang begitu tulus dan baik dalam mengarahkan saya keluar dari masalah utang saya. Sebagai wujud Ungkapan rasa syukur dan terima kasih saya, saya akan memberikan nomor beliau kepada anda yang membaca cerita saya ini, jika saudara saudari memiliki masalah seperti saya silahkan hubungi beliau di nomor 0821 2545 0758. Semoga bermanfaat dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin yaa rabbal alamin. Allahu Akbar.

Amisha said...

Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

aditya.aulia139@gmail.com said...

Nama saya Aditya Aulia saya mengalami trauma keuangan karena saya ditipu dan ditipu oleh banyak perusahaan pinjaman online dan saya pikir tidak ada yang baik bisa keluar dari transaksi online tapi semua keraguan saya segera dibawa untuk beristirahat saat teman saya mengenalkan saya. untuk Ibu pada awalnya saya pikir itu masih akan menjadi permainan bore yang sama saya harus memaksa diri untuk mengikuti semua proses karena mereka sampai pada kejutan terbesar saya setelah memenuhi semua persyaratan karena permintaan oleh proses saya bisa mendapatkan pinjaman sebesar 350jt di rekening Bank Central Asia (BCA) saya saat saya waspada di telepon saya, saya tidak pernah mempercayainya, agaknya saya bergegas ke Bank untuk memastikan bahwa memang benar ibu kontak sekarang mengalami terobosan pemanasan jantung dalam kehidupan finansial Anda melalui apakah itu BBM INVITE-nya: {D8980E0B} atau apakah kamu ingin mengkonfirmasi dari saya? Anda bisa menghubungi saya melalui surat saya: {aditya.aulia139@gmail.com} dan juga Anda bisa menghubungi perusahaan ISKANDAR LESTARI LOAN COMPANY (ISKANDAR LENDERS) via: {mail:iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}

e_mail:::[aditya.aulia139@gmail.com]
[iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com]
WhatsApp:::[+44] 7480 729811[Chats Only]
Telephone Number☎[+44] 7480 729811[Calls Only]
BBM INVITE:::[D8980E0B]