Wednesday, June 6, 2012

Yoris Sebastian, Pemilik OMG Creative Consulting: Yang muda yang berjaya

Muda, kreatif, inovatif dan sukses. Semua ada pada seorang Yoris Sebastian Nisiho. Ia mematahkan asumsi bahwa kesuksesan hanya bisa diraih pada usia matang.



USIANYA BELUM LAGI memasuki kepala empat. Tali ini tak lagi bisa dikategorikan sebagai 'anak bawang' dunia bisnis. Kreativitas dan rasa penasaran khas anak muda amat menonjol dalam pergerakan bisnis pendiri dan pemilik OMG Creative Consulting ini. Yoris yang pernah meraih penghargaan ­sebagai Most Promising Entrepreneur dalam ajang Asia Pacific Entrepreneur Award Winner ini membuktikan bahwa dari ide-ide playful, bisa tumbuh usaha serius yang menghasilkan.

Lihat saja pilihan nama yang ia gunakan untuk usahanya yang merupakan singkatan dari jargon Oh My Goodness ini menurutnya adalah sebuah harapan atas karya yang mencengangkan. "Saya membantu klien yang mau melakukan bisnis secara berbeda," katanya.

Sesuatu yang mencengangkan dan di luar bayangan adalah target operasinya. Tujuannya apalagi kalau bukan mendulang efek 'wow' akan membuat kata Oh My Goodness terlontar dari orang yang melihat



PLAYFUL TAPI SERIUS

Meski terkesan main-main, pria yang pada 2006 silam terpilih sebagai pemenang British Council's International Young Creallvi trepreneur (IYCE) ini sangat serius menjalankan bisnisnya. Salah satu contoh yang masih hangat mungkin adalah program penghargaan musik yang kalau orang normal mungkin akan diberikan di ballroom namun Yoris dan OMG berhasil meyakinkan Class Mild untuk mengadakan Class Music Heroes Award dan membagikannya di sawah, di pom bensin bahkan di jembatan.

Sebagai konseptor, Yoris melihat seringkali malam penghargaan yang diselenggarakan di ballroom sudah sepi penonton di saat awarding belum selesai. Selain itu karena masuk di televisi nasional Yoris ingin memberi inspirasi kepada pemirsa terhadap tempat-tempat yang selain in­dah juga memiliki nilai positif yang bisa menjadi panutan. Misalnya sawah di desa Jatihluwih Bali yang masuk dalam daftar World Heritage dari UNESCO. Atau Taman Baca gratis di kota Batu.

Selain itu Yoris juga hadir sebagai salah satu konsultan pengembangan konsultan pengembangan konsep bisnis F.Pod di FX yang menghadirkan 12 ruang meeting dengan design yang berbeda dari 12 designer interior Indonesia. Ataupun konsep terbaru Epicentrum Walk di kawasan Superblok Rasuna Epicentrum dengan target market unik Generation C.



“Kalau klien bisa pakai baju biru, saya tidak akan menyuruhnya mengganti baju oranye. Saya mempertahankan baju biru itu dengan tambahan aksesori di sana sini.



Sebagai konsultannya, Yoris berhasil mengulik keunikan gedung bortida di jantung bisnis Jakarta. Karena letaknya berdekatan III 11tisat belanja lain di Jakarta seperti Pacific Place, Senayan City Plaza Senayan, Yoris beranggapan harus ada keunggulan oicinhtiatnya menarik dikunjungi. Maka ia menyarankan klien untuk membuat 12 ruang meeting dan menyediakan tiga shuttle bus yang beroperasi sepanjang jalan Sudirman ke Sudirman Centre Business District (SCBD) selama jam kerja.






BIODATA

YORIS SEBASTIAN NISIHO

Ujung Pandang, 5 Agustus 1972 Website: yorissebastian.com



PENDIDIKAN:

Jurusan Ekonomi Akutansi, Universitas Atmajaya, Jakarta (Drop Out)



NAMA USAHA:

OMG Creative Consulting (Jasa Konsutasi Kreatif)

Website: www.octovate.com

Alamat: The Bellezza Permata Hijau, GP. Tower, Lt, 26, JI. Letjend. 5oepono No. 34, Jakarta



PENGHARGAAN

2008 Winner of Asia pacific Award for « Most Promising Category >> oleh Enterprises Asia form Malaysia

2006 Winner of international Young Creative Entrepreneur of The Year — In Music Sector — by British Council in London

2003 Winner Marketer Award — by IMA (Indonesian Marketing Association) Markplus &

Majalah SWA



KARIER / PROFESI :

2008 Mendirikan dr. M (Digital Distribution Company) bersama Morin Chandra

2007 Mendirikan OMG Creative Consulting bersama Sumardy

2004-2007 Head of Division MRA Group for Food & Beverage (Hard Rock Cafe & HaagenDazs)

2001 Mendirikan majalah MTV Trax bersama Meuthia Kasim

2000 Mendirikan BC Bar bersama Meuthia Kasim

2000-2007 General Manager Hard Rock Cafe Indonesia (Jakarta &Bali)

1999 Mendirikan IP Entertainment bersama Muethia Kasim & Indra Safera

1999-2000 General Manager Hard Rock Cafe, Jakarta



Agar mudah, ia juga menyarankan pengelola memungkinkaj pengunjung mengakses jadwal kedatangan dan keberangkatan bus lewat SMS. Ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap lahan parkir gedung tak terlalu luas. Sejauh ini, hasilnya terlihat jelas. Perlahan tapi pasti, Plaza FX mulai menjadi satu meeting point favorit warga Jakarta.

Tapi apa sebenarnya profesi Yoris? Masih banyak orang bingung tentang apa sebutan yang tepat bagi profesi pria kelahiran Ujung Pandang, 5 Agustus 1972 ini. "Banyak yang bertanya pada saya, 'kamu event organizer ya?’. Saya selalu menjawab bahwa saya adalah event consultan dengan fokus pada business innovation concept yang meski inovatif, tetap disesuaikan dengan karakter klien," katanya menjelaskan.

Maka, walaupun ia selalu berusaha menghadirkan konsep-konsep `wow' yang berada 'di luar kotak', ia toh tetap mengikat kuat konsep tersebut pada kotaknya dan mengeksekusi konsep tetap di dalam kotak. "Kalau klien biasa pakai baju biru, saya tidak akan menyuruhnya mengganti baju orange. Saya mempertahankan baju biru itu dengan tambahan aksesori di sana sini," ungkapnya.

Ia yakin, orang muda adalah jaminan perkembangan Indonesia "Kalau bisa dikasih kesempatan lebih banyak kepada yang muda, saya yakin Indonesia bisa lebih berkembang. Saya juga bisa berkembang karena ketika muda saya memperoleh banyak penghargaan. Nah, sekarang saya give it back lagi ke angkatan yang lebih muda, dan membuat banyak awards," ujarnya mantap.

Yoris matang bersama pengalaman. Ia makin tertantang untuk menggali potensi dan inovasi ke dasarnya. Rentang panjang membuatnya makin lentur berbisnis. Maka ia pun merambah bidang creative event planner. Untuk yang ini, ia menangani ajang penting Black Innovation Awards (BIA) dan IYCE Awards yang diadakan di­British Council, yang pernah ia menangi tahun 2006 di Inggris.

"Di IYCE ini bisa dibilang saya 'naik pangkat' terus. Tahun 2006 peserta dan menang, tahun kedua jadi juri, tahun ketiga jadi consultant," kisahnya sambil tertawa. Targetnya adalah agar dua tahun ke depan Indonesia bisa mengirim lebih banyak nominator ke Inggris dan terus mempertahankan sebagai satu-satunya negara  setiap tahun ada pemenang international sejak 2006.



Kreativitas Konsultan Kreatif

THINKING OUT the box adalah ungkapan yang sudah sangat familiar Namun, bila ditambahkan menjadi 'thinking out of the box, but executing inside the box, jargon itu pun jauh menjadi lebih bermakna dan terkesan lebih gampang di aplikasikan. Inilah rupanya dasar pemikiran Yoris Sebastian menuliskan hal itu dalam blog-nya. la sepertinya mengerti benar bahwa orang Indonesia tidak terlalu sendang untuk berpikir di luar kotak. Persoalannya, budaya komunal yang kita anut membuat masyarakatnya selalu ingin sama dengan yang lain. Jika ada sesuatu yang berbeda mereka merasa terancam, dan berusaha membuatnya sama. Begitu juga sebaliknya. Jika ada orang yang melakukan sesuatu yang ber­beda dan berhasil, barulah diikuti yang lain. Yoris, adalah konsultan yang kreatif karena selalu berpikir di luar kotaknya, menumpahkan banyak ide, dan terus mengasah kreativitas.

Q: Sudah berapa lama Anda memiliki usaha sendiri - menjadi konsul­tan?

A: Kurang lebih 1.5 tahun. Saya menjadi konsultan di bidang kreatif alias berjualan ide. Jadi ketika sebuah perusahaan besar sudah terjebak dalam rutinitas dan tidak sempat untuk berpikir kreatif, tim kami akan turun membantu menghasilkan ide kreatif yang baru.

Q: Mengapa baru sekarang, bukannya setelah lulus sekolah?

A: Modalnya tidak ada, karena saya bukan berasal dari keluarga yang punya banyak uang. Mau kuliah di luar saja tidak bisa. Jadi saya mencari modal dulu dengan menjadi karyawan dan mulai investasi dari 10% ditabung terus sampai modalnya dirasa cukup. Baru saya mencoba mulai usaha sendiri.

Q: Untuk berwirausaha tentunya diperlukan hal-hal lain di luar investasi. Bagaimana persiapannya?

A: Hanya bermodalkan pengalaman dan berbagai inovasi. Dulu, saya hanya menjual ide-ide itu kepada perusahaan di mana saya bekerja saja, sekarang saya bisa jual kepada siapa pun. sekarang ini misalnya, usaha saya sudah mulai enak dan stabil. Ada belasan proyek yang running bersamaan, karena kita hanya sebagai consultant suatu brand. Cara kerjanya adalah menjual konsep yang jika sudah disetujui oleh client, eksekusinya ada di pihak yang sudah berbeda lagi.

Q: Yang menjadi pertanyaan banyak orang, melakukan thinking out of the box adalah suatu hal yang tidak mudah, apalagi untuk orang Indonesia yang latar belakang pendidikannya sangat membelenggu. Bagaimana cara melatih diri agar bisa melahirkan kreativitas?

A: Cara yang paling mudah dan selalu saya sampaikan di mana-mana adalah dengan melakukan kebiasaan kreatif, yaitu melakukan hal-hal yang melawan rutinitas. Misalkan saja saya menggunakan jam tangan tidak harus di sebelah kanan terus, terkadang juga sebelah kiri. Pergi ke kantor jika tidak sedang terburu-buru, mencoba melalui jalan yang berbeda. Pada dasarnya semuanya itu tidak ada yang tidak bisa. Pada suatu saat seseorang bisa saja mengatakan "Saya tidak kidal, saya tidak bisa menggunakan sikat gigi dengan menggunakan tangan kiri." Nah, di saat lain ketika terjadi kecelakaan dan tangan kanannya tidak bisa digunakan, dia bisa sikat gigi menggunakan tangan kiri. Bahkan sangat mungkin Anda tanda tangan cek menggunakan tangan kiri.

Q: Jadi membiasakan untuk tidak terbelenggu dengan kebiasaan rutin, sehingga membuat kebiasaannya menjadi fleksibel, bisa A bisa juga B.

A: Kreativitas itu merupakan suatu kemampuan, bukan merupakan suatu garis keturunan atau genetik. Inilah bedanya dengan tingkat kecerdasan. Jika saya terlahir dengan IQ 128, maka itu adalah warisan genetik. IQ tetap sekian, namun kreativitas bisa dikembangkan melalui kebiasaan.



Tak hanya piawai mengemas konsep acara dan mal, Yoris juga ahli membuat untung para pebisnis kuliner. BC Bar salah satunya. "Itu bar pertama di Jakarta yang hanya buka pada Jumat dan Sabtu," katanya menyontohkan. Efek kejut sarannya itu adalah, meski hanya buka pada akhir pekan, bisnis itu tetap menguntungkan. Kuncinya menurut Yoris terletak pada keunikan hari beroperasi. "Kalau saya buka setiap hari nggak unik, kan? Kalau buka Jumat dan Sabtu, orang malah penasaran imbuhnya. la masih punya ide out of the box lainnya untuk bisnis restoran. "Belum ada klien yang berani karena saya mengusulkan, restoran yang nggak ada menunya," katanya sambil tertawa.



SEKOLAH DI LAPANGAN

Sempat belajar akuntansi, Yoris sepertinya ditakdirkan menjalani perjalanan karier yang menarik. Kuliahnya yang tak selesai memberinya bekal manajemen keuangan yang mumpuni. Meski konsep yang ditawarkannya hampir selalu aneh, tapi soal profit dan strategi tetap diperhitungkan. Ada cerita menarik yang selalu ia kenang perihal kuliah akuntansinya yang tak tuntas itu. Yoris yang sudah bekerja sejak kuliah, itu berpikir beda dengan mahasiswa lainnya.

"Karena tak ingin menjalani kerja dan kuliah setengah-setengah, saya berpikir untuk memilih salah satu," kenangnya. Pilihan Yoris jatuh pada karier baik yang sudah ia miliki. Toh, kuliah itu kan akhirnya juga untuk mencari kerja? Tapi ini tidak mudah. Untuk menenangkan orang tua, ia mengaku kuliah di Universitas Terbuka. "Kalau nggak begitu, nggak akan dapat izin."

Di kantornya, ia mendapat julukan sebagai invisible boss karena kehadirannya yang sangat jarang. "Saya lebih suka mobile. Sebab kalau di kantor, saya akan terjebak rutinitas. Saya ke kan­tor hanya kalau ada rapat. Malah waktu kantor masih lebih kecil, kursi saya berikan ke orang lain daking nggak pernah terpakai," katanya. Ke­biasaan berani mengambil manuver tak terduga dalam karier diyakini Yoris sebagai buah dari kegemarannya bermain video game saat kecil. "Game membuat saya berani mengambil resiko"



"Saya lebih suka mobile. Sebah kalau dikantor akan terjebak rutinitas. Saya ke kantor hanya kalau ada ra­pat. Malah waktu kantor masih lebih kecil, kursi saya berikan kv orang lain saking nggak pernah terpakai."



Yoris memang selalu memberi respek yang setara pada apapun yang ia kerjakan tanpa memandang besar kecilnya. "Saya selalu bilang, start small. Mulailah dari hal kecil, jangan langsung besar, yang saya pelajari dari pengalaman sendiri," katanya memberi kiat tak salah berkata demikian. Sebab langkah besarnya memang diawali dengan langkah-langkah kecil yang terayun konstan.





MELAWAN DEMI KEYAKINAN

Program I Like Monday dikenang Yoris sebagai titikbalik pencapaian kariernya. "Sebab posisi saya waktu itu nggak terlalu tinggi dan harus melawan banyak orang. HRC memang terkenal penampilan band asingnya. Sementara saya percaya musik lokal akan mendominasi musik industri, dan sekarang itu sudah terjadi. Untungnya argumentasi " saya diterima," kenangnya. Pelajaran yang ia tangguk dari pengalaman itu adalah keyakinan untuk tidak takut mengemukakan ide hanya karena alasan usia, "Yang penting kita punya reasonable reason."

Setelah semua pencapaian yang ia raih, Yoris mengaku masih ada keinginan lain yang hendak dicapainya. "Menikah," tukasnya cepat. ia sempat mencanangkan target untuk menikah di usia 25 tahun. Alasannya, "Biar beda usia dengan anak nggak jauh." Tetapi target itu tidak berhasil ia capai. "Tapi itu tidak saya anggap sebagai kegagalan. In live we cannot win everything. Mungkin satu atau dua tahun ke depan. sekarang sedang konsentrasi bikin usaha sendiri. Mengalir saja," katanya.

Hal lain yang juga tengah menyita perhatiannya adalah menciptakan minipreneur. "Saya ajak ibu rumah tangga muda untuk bekerja dari rumah untuk beberapa proyek saya. Ini sekaligus mendukung program ibu menyusui. Ternyata banyak lho yang berminat," katanya. Bagaimana cara menjaringnya? "Gampang. Lewat Facebook. mereka tetap dapat pemasukan tanpa harus kerja kantoran." Di luar kesibukan bisnisnya, Yoris masih memberi waktu bagi dirinya diri. "Saya paling senang travelling. Bagi saya, travelling adalah part of seeing other cultures. Liburan buat saya bukan nyari ide, tapi nyari inspirasi. Apa yang kita bikin sangat localized. Think globally, locally, act locally. Jalan-jalan juga salah satu cara untuk men-charge otak."



Entrepreneur saat ini cukup bagus dan iklimnya sangat m.endukung. Ada Bank Mandiri yang memberikan 'virus- virus' positif. Jika dulu sudah ada pro­gram seperti ini, mungkin saya bisa lebih awal menjadi entrepreneur. Saya rasa inilah saatnya para generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan dan terus menjadi mandiri.



Hukum Wirausaha #

13 Seni Berkuda



Orangmiskin bekerja dengan tangannya sendiri. Yang kaya memakai  tangan-tangan orang lain.

-Unknown



SETIAP ORANG MEMERLUKAN kuda tunggangan untuk membawa mereka ke tempat tujuan. Seorang lulusan universitas terkenal menunggang kuda almamaternya yang terdiri dari nama besar sekolah, ilmu pengetahuan, dan  jaringan para alumnusnya yang menduduki posisi-posisi ­strategis di berbagai tempat. Seorang pekerja menunggang kuda perusahaannya yang memiliki reputasi yang dikenal luas. Dengan bekal pengalaman dari perusahaan  itu is menjadi lebih mudah mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan, menghubungi berbagai pihak dan memperoleh pelatihan-pelatihan bermutu.

Seni berkuda harus dimiliki siapa saja yang menghendaki kemajuan. Orang-orang yang tidak menentukan  kuda bagi dirinya terpaksa harus bekerja lebih keras dan menjadikan dirinya sendiri sebagai kuda. semakin Anda merasa pintar dan semakin Anda talk merasa perlu orang lain, maka semakin Anda tergantung pada diri sendiri.

Sebaliknya, semakin kita merasakan dan mengakui kekurangan kita, maka semakin kita merasa memerlukan orang lain. Inilah tip bagi mereka yang ingin mencapai ki­nerja seperti yang dicapai oleh Yoris Sebastian. la bukan siapa-siapa, namun menjadi siapa-siapa karena talenta (potensi) yang dimilikinya diasah terus menerus dan me­nemukan pintu keluarnya.

Seberapa pun hebatnya Anda, tetaplah rendah hati. Dengan merendah dan merunduk Anda akan ditemui dan dicari banyak orang. Tetapi lebih dari itu Anda juga akan mendatangi mereka, mencari pintu dan menemu­kan pintu-pintu yang terbuka. Sebaliknya orang-orang yang tinggi hati akan dijauhkan dan menjauh dari pintu peluang kemajuannya.

Dari pertemuan-pertemuan itu, temukanlah "kuda"­mu. la dapat berupa keahlian yang engkau asah, tetapi juga dapat berupa Hama-Hama besar, yang dapat membuatmu ikut melambung naik. Dengan membuat ‘kuda’ berkilauan, engkau akan kebagian sinar cahayanya.



Tetapkanlah siapa yang menjadi kudamu: Bisa orang tua, mertua, perusahaan, almamater, atau diri sendiri. Semakin seseorang tak bisa meng­andalkan dirinya sendiri, is akan mencari orang lain sebagai kudanya.

- Rhenald Kasali



Buatlah karya besar bersama dengan "kuda"mu itu. Yoris Sebastian menemukan kudanya di sebuah kafe yang didukung oleh radio kreatif la membuat karya-karya besar yang bukan hanya diakui rekan-rekannya saja, melainkan juga oleh atasan dan pemilik perusahaan, sehingga meraih kepercayaan.

Setiap "kepercayaan” memerlukan panggung pertunjukkan, temukanlah panggung itu dan lakukan performa disana. Sebab setiap lilin tak akan menyala terang bawah ruang hampa udara. Yoris beruntung ia bekerja di lingkungan media sehingga karya-karyanya cepat dilihat orang. Namun ia menampilkan terus karya-karyanya pada berbagai lomba bergengsi dan ia memenangkannya.



Setelah memiliki sayap, terbanglah. Kuda tunggang­an tak hanya untuk ditunggangi melainkan harus clipacu. Seekor burung yang belajar terbang harus berani keluar dari sarangnya. Meski terjatuh, ia harus mulai mengepak­kan sayapnya. Seorang anak harus berani melepas selimut rasa nyamannya, berkelana mengarungi bumi dengan ke­beranian berwirausaha secara mandiri. Jadilah manusia mandiri dengan kekuatan itu.

Latihlah otot-ototmu setiap saat. Otot dilatih bukan hanya untuk meraih kedewasaan, melainkan juga untuk menuncla penuaan. Perbaiki diri sepanjang waktu, karena sebuah perjalanan bisa berakhir pendek, bisa juga men­jadi panjang. Bagi Yoris, kreatifitas perlu dilatih. Asalkan kita man berpikir dan tidak terperangkap oleh kebiasaan, maka setiap saat hidup akan dipenuhi gagasan-gagasan baru.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

No comments: