Wednesday, January 30, 2013

Nazmah, Pengusaha Sepatu Lukis Ini Bangkit Lagi Setelah 2 Tokonya Terbakar. Kini Omzetnya Puluhan Juta

Jakarta - Kegagalan atau bangkrut
merupakan risiko yang harus
ditanggung oleh seorang
wirausahawan atau pengusaha.
Seperti yang dialami oleh perajin
sepatu lukis asal Surabaya,
Nazmah Armadhani yang mulai
mencoba terjun berbisnis sepatu
lukis sejak 4 tahun yang lalu sejak
2009.

Sebelumnya, dia dan suaminya
telah berbisnis sepatu pada tahun
1986. Namun, musibah
menimpanya dengan keluarga. Dua
toko miliknya di Pasar Turi
Surabaya habis dilalap si jago
merah pada tahun 2007 silam. Tak
ayal kerugian ratusan juta rupiah
pun dialami pasangan ini.
Dua tahun setelah itu, Dhani
panggilan akrabnya mulai
merambah bisnis industri yang
lain, mulai dari busana muslim,
hingga bisnis batik. Namun, belum
menuai hasil yang begitu
memuaskan. Hingga pada akhirnya
pada akhir tahun 2009 dirinya
mulai mencoba berbisnis sepatu
lukis.

"Tolak ukurnya pas kebakaran.
Dua toko kita habis, pas mau
bulan puasa. Dua tahun kita
bingung karena nggak ada
pemasukan. Akhirnya anak saya
coba gambar-gambar di
sepatunya, temannya suka. Saya
juga ikutan gambar di sepatu
polos, saya selipkan satu pasang di
pameran busana muslim teman
saya. Ternyata ibu gubernur suka,"
ungkap Dhani kepada detikFinance
di Pameran Produk Unggulan Jawa
Timur di Kementerian
Perindustrian, Selasa (20/11/12).
Ia mengaku tak sendiri
melancarkan bisnis sepatu lukis.

Atau dengan kata lain, banyak
pelaku industri serupa. Namun,
dia meyakini produk yang
dibuatnya ini berbeda. Selain
karena latar belakang telah
bergelut di industri sepatu selama
puluhan tahun, kualitas dari
produk sepatunya pun menjadi
keunggulan.

"Kita sudah malang melintang di
dunia persepatuan. Mereka
(industri lain) itu bagus, tapi nggak
rapi. Kenapa, soalnya diliat sekilas,
garisnya sudah beda. Ketahuan
banget kalau garapan saya kaya
pabrik. Mereka soalnya dari
pelukis, kalau karyawan saya
bukan siapa siapa. Pentolan SD,
nggak lulus SD, bahkan berhitung
pun mereka nggak bisa. Tapi
mereka telaten," paparnya.

Sampai saat ini, karyawan yang
dimiliki oleh Dhani berjumlah 5
orang yang berasal dari daerah
Jawa Timur dan sekitarnya. Untuk
bahan baku, Dhani hanya cukup
menyediakan cat sablon acrylic
dengan kuas untuk melukis.
Sedangkan sepatu polos, ia
mengaku mendapatkannya di
daerah lain seperti Surabaya,
Sidoardjo hingga ke Bandung, Jawa
Barat.

Usaha bisnis yang digelutinya
selama kurang lebih 4 tahun itu
cukup menjanjikan. Dalam sebuah
pameran, dirinya mengaku bisa
meraup omzet hingga Rp 20 juta.
Namun, untuk reguler tanpa ada
pameran, dia bisa meraup omzet
sampai Rp 6 juta.

"Kalau pameran bisa sampai Rp
10-20 juta. Kalau nggak pameran
Rp 6 juta-an sebulan. Kan di toko
itu nyempil, jadi nggak ke gebyar.
Paling keluar 60 pasang,"
ungkapnya.

Urusan harga, ia mematok harga
yang variatif. Mulai dari Rp
100-300 ribu. "Tergantung dari
sepatunya untuk cewek apa cowok.
Kalau cowok kan lebih besar dan
medianya lebih besar," katanya.
Namun sayang, Dhani belum
berani merambah pasar ekspor
untuk usahanya ini. Dia mengaku
belum siap untuk memasarkan
produknya ke luar negeri, karena
alasan regulasi yang berbelit-belit.

Walaupun sempat ada yang
menawari, dia secara halus
menolaknya.
"Ekspor kan ribet, saya
bayanginnya ribet. Terus nanti
pasti ada kendala bahasanya juga.
Manajemennya harus sudah rapi
lah, belum saatnya. Mungkin
sudah 10 tahun kalau sudah
mateng," tuturnya.

Para pembeli dapat memesan
sepatu dengan model dan desain
sendiri. Gambar yang unik, dan
cerah menjadi keunggulan sepatu
berlabel Dhona Dhani ini.

Saat ini produk sepatu lukis
berada di pameran Industri
Unggulan Jawa Timur di Kantor
Kementerian Perindustrian, Jalan
Gatot Subroto, Jakarta dari tanggal
20-23 November 2012.
( Zulfi Suhendra)

Nazmah Armadhani
Alamat:
Dukuh Setro 8a/17 Surabaya
atau tokonya di ITC lantai
Ground Blok G5/3-3a Surabaya.

sumber: http://m.detik.com/finance/read/2012/11/21/133908/2096960/480/pengusaha-sepatu-lukis-ini-bangkit-lagi-setelah-2-tokonya-terbakar

No comments: