Tuesday, January 29, 2013

Bisnis Kostum Karakter Film dengan Laba Menggiurkan ala Antoni dan Devi

Selain alur cerita, masih banyak
unsur lain yang turut menentukan
sukses atau tidaknya pertunjukan
film atau pementasan drama. Salah
satunya adalah pemilihan pakaian
atau kostum.
Makanya, dalam pertunjukan seni
peran seperti film, kostum
merupakan faktor penunjang yang
cukup penting. Kostum dapat
mendukung pemain memerankan
karakter yang diinginkan.

Lebih dari itu, kostum juga harus
tampak unik agar menarik perhatian
penonton.Contohnya, tokoh-tokoh
super hero, seperti superman,
batman, dan lain-lain yang
digambarkan memiliki kostum
khusus nan unik.
Lantaran butuh kreativitas tertentu,
kostum ini tidak bisa dibuat di
penjahit biasa. Fenomena ini tentu
saja mendatangkan peluang bisnis
bagi sekelompok orang yang
memiliki keahlian membuat kostum
khusus film maupun drama.

Salah satunya adalah Antoni Db,
pemilik Simple Production di
Surabaya, Jawa Timur. Antoni
mengaku, sejak awal memang hobi
membuat kostum-kostum dengan
desain yang unik dan menarik.

Lantaran keahliannya itu, Antoni
kemudian sering diminta merancang
kostum tertentu untuk acara-acara
drama menjelang perayaan Natal
dan Paskah di gereja. Dari situ, ia
kemudian sering mendapat order
dari beberapa perusahaan event
organizer. "Sejak itu, saya mulai
terjun ke dunia pembuatan kostum
film," ujarnya.
Antoni mulai mendapat pesanan
kostum film dan drama sejak tahun
2000. Selain dari kalangan gereja, ia
kini banyak mendapat order dari
rumah produksi atau production
house (PH) dan stasiun televisi
swasta.

Antoni mengklaim, banyak
pelanggan menyukai kostum
buatannya karena unik dan
harganya tergolong murah. Apalagi,
ia selalu menggarap setiap pesanan
secara total dan tidak setengah-
tengah. "Saya tidak mengejar
uangnya, tapi rasa puas yang
muncul ketika kostum desain saya
itu sudah jadi dan dipakai,"
ungkapnya.

Ada beragam kostum film dan
drama yang pernah dibuatnya. Di
antaranya, kostum seperti jubah
Sun Go Kong atau lebih dikenal
Kera Sakti, jubah raja dan
permaisuri kaisar China, Spiderman,
kostum-kostum film terbaru, dan
pelbagai jubah drama dan
sejenisnya.

Antoni mematok biaya pembuatan
per kostum berbeda-beda,
tergantung bahan dan tingkat
kesulitan pembuatannya. Untuk
pembuatan jubah biasa dibutuhkan
waktu sekitar dua hari, dengan
harga sekitar Rp 200.000.

Paling mahal adalah membuat
kostum Sun Go Kong yang
dihargainya Rp 33 juta. Antoni
bilang, pembuatan kostum ini
paling sulit dan butuh waktu satu
tahun. Pasalnya, sebagian bahan
harus didatangkan langsung dari
China, seperti bulu-bulu.
Sementara, kulit sapi dan kulit
harimau yang dipakai tidak
gampang dicari. "Untuk kulit
harimau, saya harus cari dari para
kolektor," katanya. Namun, secara
rata-rata, kostum film buatannya
dibanderol harga di atas Rp 1 juta.
Selain dari dirinya sendiri, ide
pembuatan kostum datang dari
konsumen. Rata-rata kebutuhan
kain untuk membuat kostum antara
1 meter (m) hingga 20 m.
Dalam sebulan, Antoni bisa
mendapatkan order pembuatan
lebih dari 10 kostum dengan omzet
sekitar Rp 30 juta. Namun, omzet
itu tidak menentu, terkadang
melampaui Rp 30 juta. "Semuanya
tergantung permintaan," katanya.

Pemain lainnya adalah Devi Yuliana
Sidarto di Jakarta. Ia menyediakan
aneka kostum, mulai kostum
profesi, kostum pelbagai negara,
tokoh kerajaan dan sebagainya.
Pemilik website kostumku.com dan
supermarketkostum.com ini bisa
menghasilkan ratusan kostum per
bulan.
Devi bilang, peluang bisnis ini
cukup menjanjikan. Selain
pemainnya belum terlalu banyak,
permintaan juga cukup tinggi.
Devi sendiri melayani pesanan
kostum untuk perorangan maupun
untuk acara khusus, seperti
pementasan drama. Untuk acara
seperti pementasan drama,
pemesanan kostum biasa dibuat per
grup.

Setiap grup biasanya berjumlah
mulai 50 kostum hingga 200
kostum. "Kostum sebanyak itu
terbagi untuk beberapa orang
pemeran utama, dan penari latar
atau pemeran pembantu," ujarnya.

Lantaran banyak, penggarapan
kostum drama ini butuh waktu
hingga tiga bulan. Lamanya
pengerjaan karena Devi juga harus
mematangkan konsep.
Sementara untuk pembuatan
kostum perorangan bisa selesai
dalam dua hari. Namun, pelanggan
biasanya diminta menunggu 14 hari
karena pesanan cukup banyak.

Menurut Devi, dalam satu minggu
hingga dua minggu, ia dan
konsumen akan bolak-balik
mematangkan konsep rancangan
sebelum menjahitkan kostum
pesanan. Proses ini dijalani lantaran
ia tidak ingin ada salah persepsi
dalam pembuatan konsep.
Selain itu, pengukuran badan
pemeran utama pun penting.

Sementara, bagi pemeran latar, ia
biasa mengategorikan dalam ukuran
umum, seperi ukuran kecil (s),
sedang (m), dan besar (l).
Menurut Devi, tantangan utama
menjalani bisnis ini adalah
merealisasikan keinginan pelanggan
dalam bentuk nyata sampai hal-hal
terkecil. Ia pernah harus keluar
masuk toko untuk memperoleh
motif kain yang diinginkan
pemesan.
"Saya mencari hampir di semua
toko tidak ada. Akhirnya, saya dapat
di sebuah toko pelosok di pinggiran
kota," jelasnya.
Namun, ada kepuasan tersendiri
saat mampu membuat kostum
terbaik. Supaya kostum makin
menarik, Devi juga bekerja sama
dengan pembuat aksesori.

Devi membanderol harga
pembuatan setiap satu kostum
mulai Rp 350.000-Rp 2 juta. Ia juga
menyediakan jasa sewa kostum
dengan tarif Rp 100.000 per hari.
Dalam sebulan, Devi bisa
mengantongi omzet hingga ratusan
juta.( Marantina, Noverius Laoli,
Revi Yohana )

sumber: http://mobile.kontan.co.id/news/bisnis-besar-di-balik-kostum-properti-film/2013/01/29

No comments: