Thursday, January 31, 2013

Bermodal Hanya Rp 2,5 Juta, Benyamin Kini Raup Untung Rp 200 Juta/Bulan dari Usaha Mendong

Jakarta - Siapa sangka, bahan
dasar mendong, tanaman sejenis
padi bisa menghasilkan
keuntungan hingga Rp 200 juta
per bulan. Dengan modal awal
hanya Rp 2,5 juta saja, kini Abun
Benyamin (48), pemilik toko
produk mendong bisa meraup
keuntungan menggiurkan.

Mendong merupakan sejenis
tanaman padi yang dibudidayakan
di sawah. Bahan tersebut bisa
diolah kemudian dikeringkan dan
diberi warna menggunakan bahan
kimia dasar yang kemudian bisa
menghasilkan barang bernilai
tambah seperti tas, sandal, tikar,
tempat sampah, box buku, dan
tempat cucian.
"Itu asli Tasikmalaya, Jawa Barat.
Material dari karton dan mendong.

Mendong ditenun dulu dan
dikeringkan menggunakan energi
matahari. Setelah kering diberi
warna kemudian dikeringkan lagi
dan siap dipasarkan. Pembuatan
sehari beres," papar Abun, saat
dijumpai detikFinance, di Pameran
CRAFINA, JCC, Minggu
(16/12/2012).
Abun mengaku, produk-produk
tersebut, dibuat untuk memberi
warna yang beda kepada
masyarakat yang mulai bosan
dengan produk-produk moderen.

Bahan dasar mendong merupakan
ciri khas dari Tasikmalaya, Jawa
Barat. Selain dari mendong,
produk-produk tersebut juga bisa
menggunakan bahan dari eceng
gondok, pandan, dan lidi.
Produk-produk itu dibandrol
dengan kisaran harga Rp 15 ribu -
Rp 1 juta. Untuk tikar, misalnya
dengan panjang 2 meter dan lebar
90 cm, produk tersebut dihargai
Rp 150 ribu.

Sementara untuk tas, dibandrol
dengan kisaran harga Rp 80 ribu -
Rp 150 ribu. Selain itu, ada box
buku yang harganya Rp 100 - Rp
800 ribu dan tempat cucian yang
diberi harga Rp 300 ribu - Rp 500
ribu. Selain itu, ada tempat sampai
yang 1 set-nya dihargai Rp 200
ribu. Ada juga yang murah loh,
sandal dari mendong dibandrol
cuma Rp 15 ribu saja.

Namun, harga-harga tersebut
masih bisa nego asal membeli
dalam jumlah banyak. Abun
memberi diskon hingga 20 persen
untuk setiap produk dengan
pemesanan di atas seratus produk.
"Kalau satuan mahal, kalau dalam
jumlah banyak bisa murah dan
nego tergantung jumlah dan
materialnya. Bisa sekitar 10-20
persen diskonnya. Untuk ekspor
bisa sampai 30-40 persen
diskonnya dengan minimal
pesanan 550 set untuk semua
produk," katanya.

Usaha yang telah dirintisnya sejak
1996 itu, bisa menembus omset
hingga seribu set setiap bulannya
untuk box buku. Sementara untuk
tas bisa jauh lebih banyak hingga
2 ribu set per bulannya.
Tak hanya itu, produk-produk
miliknya dalam 2 bulan terakhir
mulai dilirik negara lain seperti
Kanada, Eropa (Spanyol), dan Asia
(Jepang, China, dan Singapura). "2
bulan lalu kita ekspor box cucian
ke Kanada. Ekspor sudah kita
lakukan dari 5 bulan lalu," kata
Abun.

Mengingat permintaan yang
meningkat, Abun tak kalah akal,
dirinya ingin terus melebarkan
usahanya ke berbagai kota di
Indonesia. Rencananya. Bulan
April 2013, produk-produk hasil
kerajinannya akan mulai
disalurkan ke Bandung, Jakarta,
dan Bali.
"Kita punya showroom baru di
Tasikmalaya, baru satu. Rencana
ekspansi April tahun depan ke
Bandung, Jakarta, dan Bali. Lihat
kondisi pasar dulu," akunya.

Abun mengaku, hingga saat ini
angka ekspor mencapai 270 set
untuk 1 kontainer untuk produk
box cucian. Sementara untuk box
buku bisa mencapai 2600 set per
1 kontainer.
"Kita mengedepankan motif.
Mendong lebih banyak variasinya.
Kualitas ekspor dan mutu terjaga,"
katanya.

Pernyataan itu diamini si pembeli
lady (37). Menurutnya, box buku
mendong tersebut memiliki desain
yang bagus dan harganya sesuai
dengan kualitas. "Desainnya bagus,
buatannya bagus, harganya sesuai
dengan kualitasnya," katanya.( Dewi Rachmat Kusuma)

sumber: m.detik.com/finance/read/2012/12/16/133342/2119791/480/bermodal-hanya-rp-25-juta-pengusaha-mendong-ini-kini-untung-rp-200-juta-bulan

No comments: