Wednesday, June 6, 2012

Bayu Reksa Nugraha, Pemilik Babana Crispy: Quantum Leap

Hidup Bayu diawali dengan kenakalan masa kanak-kanak. Toh kenakalan itu malah berbuah jiwa wiraswasta  yang kuat. Usahanya maju berkat jiwa wirausahanya dan meneruskan usaha orang tuanya. Kini usahanya sudah menjadi dua grup besar, bidang pendidikan di Ganesha Group dan usaha kontraktor dan makan di Rexa Group. Kiprahnya pun sampai ke-9 kota di Indonesia.



BERDAGANG SEJAK  SD

BAYU REKSA NUGRAHA lahir di Tasikmalaya pada 23 Mei 1987. Hobinya menyanyi dan memancing. Ia menempuh pendidikan di SDN Padjajaran Tasikmalaya, kemudian ke SMP Tarbiyatul Mua’allimim Al-Islamiah Ponpes Walisongo Ngabar Ponorogo, lalu pindah ke pulau Kalimantan di SMKN 5 Samarinda dan selanjutnya Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur.

"Sejak SD, orangtua saya selalu mengajari saya untuk hidup berhemat, walaupun terkadang menurut saya teramat pelit. Untuk jajan di sekolah saya harus benar-benar menahan diri, karena jatah uang yang ada harus cukup selama seminggu. Namun kerasnya didikan orang tua saya ini ternyata ada hikmahnya," kiaah Bayu. Sejak saat itu ia berpikir untuk bisa mendapatkan uang agar cukup untuk jajan di Kantin Caranya, uang yang ada dibelikan jambu tetangga sebelahk sekolah kemudian dijual kepada teman-teman. Jambunya mania, karena itu dagangannya laku keras, dan ia dapat mengisi pundit-pundinya. Tak  selesai di situ, jiwa dagangnya pun kembali bergejolak hingga ia giat berjualan benda-benda lain seperti gambar tempel dan kertas mewarnai. Bayu pun senang menikmati uang hasil jualannya sendiri.

Orangtua Bayu kebetulan seorang wirausahawan di bidang jasa pendidikan, dengan nama badan usaha Ganesha Group. Ia memiliki usaha orangtuanya itu. Setiap hari sepulang sekolah, ia membantu kantor perusahaan orangtuanya itu, sekaligus belajar. "Lama-lama saya pun resmi menjadi karyawan di kantor ayah saya, sebagai staf yang mengurus penempatan kerja bagi para siswa yang telah selesai belajar," ujar Bayu.

Sejak bergabung sebagai karyawan di peru­sahaan orang tua, perubahan besar terjadi dalam hidup Bayu, ia mengaku. Bekerja membuatnya harus selalu mengasah otak, menemukan ino­vasi, dan berpikir kreatif. Apalagi ia kemudian ditempatkan menjadi kepala bidang marketing. Hal itu meyakinkan dirinya bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Pola pikirlah yang membatasi seseorang untuk sukses. "Memang Tuhan tidak akan mengubah seseorang, kecuali seseorang itu mau mengubah dirinya sendiri," katanya bijak.



Sejak bergabung sebagai karyawan diperusahaan orang tua perubahan besar terjadi dalam hidup Bayu.



BANANA CRISPY

Setelah berbenti bekerja untuk menghadapi ujian nasional, Bayu bergabung lagi di Ganesha Group. Perusahaan wariaan orang tua­ saat itu sudah bergerak di bidang jasa pendidikan seperti kursus mengemudi mobil, komputer, bahasa Inggria, serta Ganesha College yang menjalankan program setara diploma. Kali ini Bayu ditempat­kan sebagai customer service merangkap bagian marketing.

Saat itu jiwa usaha Bayu mulai tumbuh. Kebetulan di kantornya ada sebuah ruang kantin untuk karyawan dan siawa-siawa yang sudah lama tidak digunakan. "Naluri bisnis saya kembali muncul. Lima puluhan karyawan ditambah lima ratusan siawa kursus setiap hari beraktivitas di tempat ini. Inilah peluang bisnis yang sangat bagus, pikir saya waktu itu," kisah Bayu. Bermodal kompor bekas dan uang 81.000, ia memulai bisnisnya.

Pertama-tama ia berjualan es teh manis, kopi, dan piaang goreng. Dalam sebulan, modal Rp 81.000 berkembang menjadi ratusan ribu. keuntungan itu ia gunakan untuk membeli kompor gas. Seorang karyawan membisikkan kepadanya bahwa piaang goreng buatannya enak. "Saga pun berinovasi. Melalui beberapa eksperimen, Akhirnya terciptalah banana criapy," ungkap Bayu.





BIODATA

BAYU REKSA NUGRAHA

Tasikmalaya, 23 Mei 1987

Email: bayureksanugraha@yahoo.com

PENDIDIKAN:

2005 -2006 D1 Programer & Tekniai Komputer, Ghanesa Col­lege Samarinda

NAMA USAHA:

Banana Criapy (Kuliner)

Alamat: A Awang Long No. 24, Samarinda, Kalimantan Timur

HP: 081347191169

PENGHARGAAN:

2008 Finalia Wirausaha Muda Mandiri



Dagangannya laris manis terjual di kantin kantor itu. Untuk memperluas segmen pasar, Bayu membuat gerobak kayu sederhana digunakan untuk berjualan Banana Crispy di halaman parkir kantor. Hasilnya sungguh luar biasa, pisang goreng bikinannya itu laris manis. Tanpa mengganggu jadwal kerjanya di kantor, ia terus mengembangkan. usaha pribadinya ini agar lebih besar. Salah satu strateginya, membuka stan di pameran-pameran. Setiap ikut pameran, dagangannya selalu ludes terjual. Keuntungan dari setiap jualan disisihkan untuk membuat outlet baru. "Masalah baru tersolusikan, 'BERBISNIS TIDAK  HARUS MODAL BESAR," tandasnya.

Selain membuka outlet sendiri, Bayu juga menerapkan ppola kemitraan dengan cara bagi hasil. Dalam waktu sekitar empat bulan, Bababa Crispy sudah memiliki 9 outlet ditambah beberapa diversifikasi lainnya seperti sebuah outlet batagor bandung, sebuah outlet bubur ayam bandung, dan sebuah kantin di kampus Ganesha College.



LEMBAGA PENDIDIKAN WIRAUSAHA

Melihat keberhasilannya mengelola usaha, sang ayah tertarik membuka jurusan wirausaha muda di Ganesha College. Bayu dijadikan koordinator dalam merealisasikan LPWI (lembaga Pendidikan Wirausaha Indonesia). la bertanggung jawab membangun dari nol sampai lembaga baru ini terealiaasi. Setelah setahun dipersiapkan, ak­hirnya LPWI beroperasi. Programnya berupa program wirausaha 1 tahun yang aplikatif dan menggunakan tenaga pengajar yang kompeten, mulai dari pengusaha, kepala daerah, hingga kepala-kepala dinas dan para pimpinan perusa­haan swasta nasional.



Setiap ikut pameran, dagangannya slealu ludes terjual. Keuntungan dari setiap jualan disisihkan untuk membuat outlet baru. “Masalah baru tersolusikan 'BERBISNIS TIDAK  HARUS MODAL BESAR,"



REKSA GROUP

Selain mengelola perusahaan keluarga, seara perlahan-lahan Bayu merintis usaha pribadinya. Nama awal yang dipilihnya, REXA GROUP. Yang pertama kali menjadi perhatian Bayu adalah ketika ia mulai kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman. Di kampusnya ini terdapat kantin mahasisawa yang lumayan besar. Dari sekian kios yang ada hanya seorang mahasiswa yang berjualan.

"Iseng-iseng saya menyewa salah satu pojok di luar kios yang saya awali dengan sebuah gerobak. Hasilnya bagus. Dan saya pun kemudian menyewa kios," ujar Bayu. Berbeda dengan kios yang lain, ia mengeluarkan menu istimewa. Selain itu, seluruh karyawan kios dibekali dengan konsep pelayanan prima dan memakai seragam. Hal yang  berbeda inilah membuat kios Bayu jadi market leader di kantin. Setelah itu Bayu bisa menyewa satu ruangan (hall) kantin, dan menciptakan tempat nongkrong yang asyik buat mahasiswa.

Konsep­n pun ia sesuaikan dengan target segmennya, menjadi cafe dengan brand “Icon cafe" the absolute campus escapede.

Memasuki 2009 ini, Ganesha Group memiliki beberapa unit usaha antaranya LPK Ganesha yang telah menambah 3 cabang baru.

Sedangkan REXA Group berubah nama menjadi Reksa Group, dan isekarang memiliki usaha di antaranya PT. REKA (General Contractor, Supplier, Trading & Diatributor) dan Reksa Food (Banana Crispy, Rumah Makan Bandung Mang Kasep, Icon Cafe, Bakmi Tasik).

Dari tahun ke tahun, ia merintis berbagai usahanya dari bawah. Namun,  dengan ulet ia terus membuat lompatan-lompatan. Sepertinya tak kasatmata, namun membuahkan hasil yang manis dan luar biasa. Semua itu resepnya sendiri, keinginannya untuk mengubah nasib diri sendiri.





Hukum Wirausaha #17

Kembangkan Intuisimu



Sebagian besar orang melihat dc­ngan pikirannya. Hanya sebagian kecil orang yang mampu melihat fakta dengan matanya sendiri dan menyaksi kan kebenaran.

-                    Rhenald Kasali



MASALAH TERBESAR BAGI kalangan terdidik dalam Menjadi wirausaha adalah terlalu intensnya cara berpikir formal logic (logika ilmiah) dalam mengambil keputusan. formal  Logic adalah cara berpikir yang dikembangkan ilmuwan untuk mendapatkan kebenaran ilmiah terhadap suatu hal. Cara ini sangat bagus untuk memutuskan tradiri berpikir berbasiskan mitos, namun untuk berbisnis perlu beberapa penyesuaian.

Dalam pendekatan formal logic, seseorang cenderung mengandalkan pikiran, melihat dunia dengan pikiran. Cara yang dikembangkan dalam tradisi ini adalah dengan mengumpulkan dan menguji data. Jadi segala, sesuatu dinilai dengan mengumpulkan dan mengolah data. Dengan semakin kompleksnya masyarakat, maka terjadilah spesialisasi-spesialiaasi, sehingga orang yang mengumpulkan data dan mengolah data bukanlah orang yang sama. Bahkan terdapat kecenderungan, kalangan berpendidikan mengambil peran sebagai pengolah data, sedangkan peran pengumpul data diderahkan pada mereka yang pendidikannya relatif lebih rendah.

Pendidikan bisa membuat Anda merasa "lebih", dan menuntut "lebih" sehingga menjadikan Anda sebagai orang yang bekerja di belakang meja, jauh dari fakta-fakta di lapangan. Anda bekerja dengan pikiran, bukan dengan mata dan kepekaan panca indera. Efek negatif yang terja­di, para ilmuwan menjadi steril dan kurang peka terhadap perubahan. Padahal keilmuwan seseorang ditentukan oleh kemampuannya menjembatani fakta dengan data, bukan dengan memisahkannya.

Untuk berhasil dalam berwirausaha Anda perlu memilih kemampuan berpikir strategic (dikembangkan dari pengetahuan) sekaligus kepekaan intuisi. seba­gai usahawan terdidik, Anda sudah memiliki yang per­tama, namun untuk meraih intuiai Anda perlu melatih dan mengembangkannya. Anda bisa mendapatkannya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Tumbuh dari bawah. Jangan memulai usaha Anda dengan tumbuh dari atas. Sekalipun Anda menerima usaha sebagai warisan, tumbuhlah dari bawah, dari lapangan. Kuasai benar-benar keadaan di lapangan, kenali orang-orang yang berhubungan dengan bisnis Anda dari ujung tombaknya, akrabi masalah-masalah yang muncul, dan rasakan sendiri dengan panca indera dan perasaan-perasaan Anda bagaimana bekerja sebagai bawahan atau orang yang membantu perusahaan.

  • Perkaya pengalaman. Selain tumbuh dari bawah perluaslah wawasan pergaulan dan pengalaman, Dapatkan cara melihat dari berbagai perspektif dengan keahlian yang bervariasi, suka ataupun tidak suka. Poin dari pengalaman adalah melihat dan mengetahui, bukan melulu menjadi ahli dari bidang yang berbeda-beda. itu. Satu di antara yang Anda alami itu akan membentuk keahlian Anda, namun tidak semuanya.

  • Lepaskan ego, gengsi, rasa sok tahu, dan persepsi atas kekuasaan yang Anda miliki. Sekalipun Anda berpendidikan tinggi, saat memasuki dunia yang baru Anda harus memulainya kembali dari nol. Katakan­lah pada diri sendiri, "Saga siap belajar dan menerima pengalaman-pengalaman baru." Tak ada buruknya me­lepas semua atribut untuk menyerap dan memperkaya diri. Hanya orang-orang yang terbelenggu yang sulit untuk membuka pikirannya.

  • Bukalah mata, telinga, dan pikiran. Tangkaplah segala hal yang tidak dapat ditangkap oleh pikiran Anda. Orang-orang yang terlalu pintar sulit menangkap sinyal­-sinyal dan gerakan-gerakan yang dikirim orang-orang, alam, atau benda-benda bergerak karena semua sudah ada tafsiran otomatianya. Tangkaplah apa yang tersirat seperti getaran-getaran emosi, bahasa tubuh, intonansi, warna, getaran, gerakan, dan simbol-simbol lainnya. Cari hubungan antara semua yang Anda lihat dengan tindakan-tindakan yang diambil orang-orang.

  • Bekerjalah dengan emosi, namun kendali­kan emosi Anda saat bekerja dan memimpin. Dengan menghidupkan simpul-simpul emosi, Anda bekerja de­ngan hati. Namun emosi yang berlebihan dapat merusak hidup Anda. Perkayalah dengan pengetahuan untuk mengendalikan simpul-simpul itu dalam bekerja.

  • Latih intuisi setelah memiliki usaha yang besar dengan tidak memutus jalinan Anda dengan keadaan di lapangan. Asah terus dengan menghabiskan sekitar 25% waktu Anda pada apa yang Anda lihat sendiri, berada di tengah-tengah persoalan dan menangkap getaran-getarannya.

  • Uji setiap data yang Anda miliki dengan informasi lapangan. Terlalu percaya pada data bisa membuat - Anda kehilangan pijakan.Terlalu percaya pada intuisi dapat membuat Anda kehilangan kepercayaan. Jadi gunakan kedua-duanya agar Anda tidak tersesat.

  • Biasakan membuat keputusan. Untuk melatih in­tuisi, Anda harus mulai berani mengambil keputusan sedari muda. Sebab dengan mengambil keputusan, Anda akan mengerti dan merasakan sendiri akibat yang ditimbulkan dari keputusan yang Anda buat. Perhatikan dan dengarlah umpan balik serta reaksi-reaksi yang muncul, baik yang ter­lihat kasatmata, samar-samar, maupun tersembunyi di balik perasaan orang-orang.

  •  Jangan takut mengoreksi keputusan yang Anda buat, kalau jalan yang Anda ambil ternyata salah. Biasakan­lah bereksperimen dengan beberapa cara, apakah cara langsung ataupun tidak langsung dalam melakukan treat­ment-treatment tertentu.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Andi Sufariyanto, Pemilik Adila Group: Demi Pensiun Muda

Karena ingin kaya di usia muda, serta punya kemerdekaan finansial dan waktu, Andi merintis usaha sejak dini. Ketika ditimpa kegagalan, ia segera bangun dan mengasah jiwanya agar senantiasa berfikir positif. Pengalaman gagal menjadikannya waspada dan selalu mengontrol usaha dengan ketat.



HARI INI ANDI Sufariyanto yang Anda lihat adalah seorang CEO sebuah kelompok bisnis yang mulai menggurita. Adila Group yang dibangunnya telah menjadi konglomerasi bisnis yang bergerak ke berbagai arah. Mulai dari distribusi garment serta produk spa dan aroma terapi, penyedia virtual ofjice, serta perusahaan investasi dan pengelolaan properti. Pendek kata, ia pengusaha sukses dan membuat iri banyak orang. Di usia 28 tahun kini, boleh dibilang ia telah memiliki segalanya.

Namun semua hasil manis itu adalah buah perjuangan pahit-getir Andi. Anak pertama dari seorang petinggi BUMN ini merintis usahanya sejak menginjak tahun pertama masa kuliahnya, ketika kebanyakan temannya masih asyik menikmati masa muda. Bahkan cita-cita menjadi wirausahawan pun sudah tertanam di benaknya dalamusia yang sangat dini. "Sejak SMA saga sudah tertarik dan bercita-cita menjadi pengusaha," ujarnya.

Obsesi menjadi pengusaha makin mengental saat ia harus hidup mandiri, jauh dari orangtuanya. Selepas dari SMA Negeri II Padang, pria kelahiran Padang 8 Juli 1981 tersebut diterima di D3 Mesin Institut Teknologi Surabaya. Di rantau inilah Andi mulai merintis usaha untuk mendapatkan penghasilan.

Awalnya, pada 2001, Andi memilih jual beli telepon seluler (handphone). Ponsel yang ia bisniskan hanyalah ponsel bekas. Pasar sasarannya adalah rekan-rekannya sekampus, yang kebanyakan juga berkantong tipis.



BERALIH MENJADI MAKELAR

Merasa sukses membesarkan modal di bisnis HP bekas, pada tahun 2002 ia mengajak beberapa teman kuliahnya untuk membuka usa­ha service HP di wilayah Sidoarjo.

Namun usaha ini ternyata tidak berjalan lancar. Apa mau dikata, ketimbang terjadi pen­darahan keuangan yang lebih parah, dengan berat hati Andi harus menutup usaha servis ponselnya. "Saya sempat shock waktu itu. Tidak mengira sama sekali akan mengalami kerugian," kenang penggemar rujak cingur tersebut.



Masa depan tidak ada yang bisa memas­tikan. Tetapi masa depan bisa dikontrol dengan langkah yang cermat."



Namun ia tak sudi terus berkubang dalam kegagalan. Setelah sempat merenung beberapa bulan, perlahan-lahan Andi membenahi perasaannya untuk segera bangkit.

“Saya mempunyai prinsip, apa yang bisa saya lakukan hari ini akan saya kerjakan dengan upaya seratus persen. Masa lalu tidak diubah masa depan tidak ada yang bisa memastikan. Tetapi masa depan bisa dikontrol dengan langkah yang cermat," ujarnya.

Naluri bisnis penggemar warna biru ini ternyata tidak pernah memudar. Dari kuliah yang dipelajari di kampus plus hobi modifikasi motor. Andi punya gagasan untuk membuka usaha bengkel mobil plus salon mobil rumahan (cuci mobil). Pada saat yang sama, ia juga mencoba eruntungan sebagai distributor beberapa produk massal asal Cina yang mulai membanjiri tanah air. Mulai dari aksesori sampai produk rumah tangga yang di pasaran lebih dikenal sebagai barang serba Rp 5.000.



BIODATA

ANDI SUFARIYANTO

Padang, 8 Juli 1981

Email: andiaufariyanto@adilagroup.com /

Andi_padank@ yahoo.com /

info@adilagroup.com



PENDIDIKAN :

2002 - 2005 S2 Magiater Manajemen - Universitas Gadjah Mada

1998-2001 S1 Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember - Surabaya

D3 Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember - Surabaya



PERUSAHAAN:

Adila Group

Distribusi garment : www.butikdannia.com

Produk Perawatan tubuh & aromatheraphy: www.rumahcantikku.com

Persewaan  kost: www.adilaproperty.com

Lisensi Sign Sysytem: www.panelneon-sby.com

Visual Office & persewaan kantor virtual: www.virtooffice.com

website: www.adilagroup.com

Alamat: Ruko Galaxi Bumi Permai, Blok J1  No. 23 A 25, Surabaya

Telp : 031 - 596 7623, Fax: 031 - 5967586



PENGHARGAAN:

2008 Finalia Wirausaha Muda Mandiri



Dari situ Andi merambah ke bisnis produk - juga dari kelas yang harganya merakyat. Pelan tapi pasti bisnisnya terus berkembang. Ia melangkah lagi dengan menjadi distributor busana muslim merk Dannia Collections. Pengalamannya sebagai makelar kini diterapkan dalam Skala lebih besar dengan prinsip kemitraan. Saat ini memiliki tidak kurang dari 150 mitra bianis yang tersebar di seluruh Nusantara. Dari sinilah ia mendapat sukses tak terkira karena jeli melihat peluang.

Untuk meyakinkan para mitra bianisnya dan menyemangati para pemula terjun ke wirausaha, Andi tak ragu berbagi ilmu dan pengalaman di berbagai forum. "Awali dengan bermitra, yakinkan calon mitra Anda atau investor untuk diajak bekerjasama dengan bisnis yang Anda gagas," tuturnya. "Jika Anda dapat melakukan, itu merupakan langkah awal kesuksesan Anda dalam berbisnis," lanjutnya.

Andi juga melirik bisnis kos-kosan eksklusif. Mengambil pelajaran dari kegagalan pertama, bisnis yang sering dipandang remeh ini dikelola dengan baik sehingga bisa berkembang menjadi bisnis properti yang terarah dan memberikan keuntungan optimal.

Tak berhenti hanya di situ, Andi terus menciptakan bisnis-bisnis baru. Bersama Laila Asri, iatri yang dinikahinya beberapa tahun lalu, ia membangun bisnis body care product, khususnya produk spa dan aromatherapy. Usaha dengan merek Pourvous ini terus dikembangkan menjadi entitas bisnis dengan prospek yang menjanjikan.

Setelah itu ia menciptakan Virto Smart Office, bisnis terpadu yang menangani penyewaan ruang kantor sekaligus perawatannya. Gagasannya berawal dari kebutuhan Andi ketika memulai bisnis. Ia sering kerepotan ketika harus mengundang klien atau mitra bisnis untuk rapat temu muka. "Banyak pertimbangannya. Kalau saya undang ke cafe atau hotel terbentur biaya yang tidak sedikit," kenangnya. Bahkan untuk memberikan penawaran lewat fax pun harus ada yang mengoperasikan. Begitu banyak hal bersifat adminiatratif menghabiskan waktu jika diurus sendiri. Dari situ ia yakin jika para pebisnis pemula juga menghadapi kendala yang sama.

Virto menjanjikan fasilitas pendukung yang dapat diandalkan para penggusaha karena dapat mengubah fixed cost menjadi variable cost. Beberapa benda modal seperti mesin fax, fotokopi, scanner, dan sebagainya tak perlu dibeli sehingga meringankan pengeluaran tetap. Bahkan biaya sekretaris, administrasi, penerima dan pengiriman fax, pencatat pesan, fotokopi, kurir, penerjemah, proyektor sampai mencetak dokumen, bisa digeser dari biaya tetap biaya variabel.

Andi pun membuka usaha konsultasi dan pengurusan pengajuan kredit modal usaha ke bank, perpajakan, cara pembuatan laporan keuangan, hukum, SIUP dan NPWP untuk membuka usaha baru. Kepada para pelanggan, Virto berani menjanjikan penghematan biaya hingga 85% karena pelanggan hanya membayar sesuai dengan yang dibutuhkan. Intinya Virto Smart Office diharapkan bisa menjadi One Solution bagi pebisnis pemula atau yang ingin mengembangkan usaha.



KUNCI SUKSES: MEMBANGUN JEJARING

Dari pengalamannya berusaha, Andi menyadari benar pentingnya
jejaring bisnis. la yakin kesuksesan bisnis ditentukan oleh kemampuan
seseorangorang dalam membentuk jaringan dan bagaimana mengembangkannya. Maka ia pun mencoba memperluas jejaring bisnisnya dengan mengikuti Lomba Wirausaha Muda Mandiri 2008 lalu. "Tujuan saya, dengan mengikuti kegiatan ini saya bisa berkenalan dan membangun network dengan sesama pengusaha muda," ujar ayah Alika Putri Adila ini.

Saat ini perhitungannya sudah pasti. "Saga ingin pensiun dini di usia 33 tahun," ujar pria yang kemudian menyelesaikan sarjana mesinnya di ITS dan melanjutkan ke S2 Magiater Management di UGM. Ini berarti ia masih punya waktu 5 tahun untuk membangun kerajaan bisnis yang dicita-citakannya.

Yang jelas, saat ini PT Adila Imperium telah menjadi holding company atas beberapa anak perusahaan seperti Panehicon, Adila Property, Pourvous dan Virto Smart Office. Andi masih terus menata imperium bisnis yang dia randang akan berkonsep "commercial profitable enterpriae that works without me." la ingin mencetak wirausaha baru di Indonesia dan memiliki 10.000 orang tenaga kerja yang bekerja bagi usahanya. Langkah-langkah itu terus digapainya, terus diraihnya, untuk menjadikan bisnisnya menggurita dan memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya.



Hukum Wirausaha #16

Raihlah Potensi Diri dan Kebahagiaan



Maaf Pak, saya memang tak punya. Hidup saya sangat meletihkan. Pagi-pagi saya sudah mengurus dapur produksi, siang di toko, sore kuliah. Se­tiap hari begitu saja.

- Rhenald Kasali



SALAH SEORANG WIRAUSAHAWAN muda mengatakan aktivitas hidupnya padat. Saat dimintakan bahan-bahan tertulia untuk merangkum perjalanan membangun usa­hanya ia mengatakan, "Maaf Pak, saya memang tak pu­nya. Hidup saya sangat meletihkan. Pagi-pagi saya sudah mengurus dapur produksi, siang di toko, sore kuliah. Se­tiap hari begitu saja."

la bahkan tidak tahu cerita mengenai dirinya sudah beredar di beberapa media cetak. Saat ditanya, ia meng­elak. "Saya bahkan tak pernah membaca. Saya fokus pada usaha, kuliah, dan membantu orangtua," keluhnya.

Hidup bukanlah semata-mata untuk melakukan ak­tivitas demi aktivitas. Bagaimanapun juga kita perlu menye­lesaikan sesuatu mencapai hal tertentu. Betapa menjemu­kannya hidup jika setiap saat kita hanya bekerja-bekerja dan bekerja saja, atau berdagang-berdagang dan berdagang terus. Anda mungkin telah mencapai sesuatu, tetapi apakah itu yang Anda cari? Apakah itu tujuan akhir Anda ?

Setiap orang tentu ingin mencapai sukses tapi apakah arti sukses itu bagi Anda? Berikut adalah tip perlu saudara renungkan:

  • Renungkan dan luangkan sedikit waktu mendapatkan apa arti sukses bagi Anda dan bekerja menuju sukses yang Anda inginkan.

  • Jangan gunakan definisi sukses menurut teman, orangtua, saudara atau orang-orang lainnya. Mereka masing-masing memiliki panggilan yang tidak sama dengan anda. Semua harus dimulai dari apa yang anda inginkan dalam hidup ini.

  • Buatlah lebih tajam daftar yang Anda ingin saya tahu saudara lebih mampu menyusun daftar tang hal-hal yang tidak saudara inginkan. Bukan itu yang saudara butuhkan, sebab dengan daftar panjang tengang hal-hal yang tidak kita inginkan, Anda akan lebih banyak memikirkan hal-hal yang tidak kita inginkan daripada apa yang sesungguhnya diinginkan.

  • Berpikirlah lebih pada apa yang Anda inginkan Bila ini dapat Anda kuasai, maka Anda akan bekerja dengan passion, bukan rasa takut, cemas, atau segala hal yang tidak berempati terhadap kehidupan. Kebahagiaan dimulai dari kecintaan dan empati. Mereka yang membangun hidup­nya dengan passion akan memperoleh, menyelesaikan atau meraih sukses yang lebih besar daripada yang tidak.

  • Kembangkanlah potensi diri Anda dan temukan kekuatan pada potensi itu. Banyak sekali kaum muda yang terlalu asik dan terbelenggu dengan apa yang mereka mili­ki saat ini daripada yang biasa dikerjakan hari ini. Ini memang lebih balk daripada mereka yang berfokus pada apa yang mereka tidak miliki. Namun hasilnya akan jauh lebih hebat lagi, bila Anda juga mulai memikirkan potensi-potensi yang ada dalam diri Anda. Bekerjalah pada apa yang Anda in­ginkan karena itulah potensi Anda (whatyou wants) bukan pada apa yang Anda miliki saat ini (whatyou have).

  • Mulailah investasikan waktu Anda untuk menda­patkan dan menemukan potensi diri dan passion Anda sekarang juga. Kita tidak akan pernah menemukan tempat yang tidak pernah kita definiaikan. Anda mungkin ticak mengenal tempat itu secara detail dan spesifik, namun Anda harus tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan.

  • Potensi dan passion Anda adalah apa yang mem­buat Anda bekerja dengan penuh energi dan membahagiaan, menimbulkan kesenangan, dan menghasilkan imbalan keba­hagiaan yang besar. Temukanlah potensi itu sekali lagi dan jangan berhenti berpikir sebelum Anda menyadarinya.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Asri Tadda, Pemilik CV AstaMedia Link Perdana: Meraup Untung Nyata dariBisnis Maya

Ketajamannya mengendus peluang, kemahirannya menerjemahkan peluang menjadi sebuah rencana bisnis, dan kecakapannya mengeksekusi rencana bisnis menjadi sebuah “mesin uang” telah menjadikan seorang Asri Tadda sebagai wirausaha muda yang gemilang.





JIKA ADA SARJANA Kedokteran (S.Ked) yang sibuk online di depan komputer ketimbang melakukan ko-asistensi di rumah sakit, Asri Tadda-lah orangnya. Jangan menduga ia sedang keranjingan bergaul lewat Facebook, Twitter, atau situs jejaring sosial lainnya, atau bermain online game. Calon dokter dari Universitas Hasanuddin ini justru sedang mengais pendapatan dari online.

Alih-alih terjebak dandu konsumsi media internet, Asri yang di jagad maya lebih dikenal dengan nama Asta Qauliyah ini justru memanfaatkan dandu itu untuk mengasah jiwa kewirausahawannya. Ia menangkap peluang besar mencetak penghasilan dari hobi berselancar di dunia maya ini.

Lelaki kelahiran Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 28 tahun silam ini meyakini bahwa belajar berbisnis sejak dini akan menjadi solusi untuk menghadapi kompetisi hidup yang kian meningkat seiring dengan semakin bertambahnya populasi penduduk negeri ini. Berbekal keyakinan itu, maka pada tahun 2005 — ketika masih berstatus mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Asri merintis bisnis advertising (periklanan) berbasis blog.

Untuk itu Asri membuat banyak blog dengan beragam tema terutama tema kedokteran dan kesehatan yang memang menjadi kompetensinya. Jadi kalau teman-temannya sesama dokter mempraktekkan ilmunya langsung kepada pasien, maka Asri tidak secara langsung menerapkannya. Dia memilih menjadi dokter internet yang menyebarkan ilmu kedokteran dan kesehatan yang dipelajarinya semasa kuliah itu kepada masyarakat luas melalui media blog.

Kini Asri mengelola sekitar 200-an blog dengan tema yang lebih luas dan lebih universal. Asri menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris pada blog-blog yang dikelolanya. Dia menyadari betul bahwa penetrasi blog menembus batas-batas geografis negara, sehingga penting baginya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pada blog-blognya.



Kalau teman-temannya sesama dokter memprakti kan ilmunya langsung kepada pasien, maka Asri tidak secara langsung menerapkannya. Dia memilih menjadi dokter internet yang menyebarkan ilmu kedokteran dan kesehatan yang dipelajarinya semasa, kuliah itu kepada masyarakat luas melalui media blog.



Bisnis yang dikembangkan Asri di ibukota propinsi Sulawesi Selatan ini bahkan kemudian meluas ke berbagai layanan — namun Itill berbasis internet. la juga menyediakan jasa internet marketing, web develompment, konsultan dan paling anyar mendirikan sekolah blog (blogging school). Asri juga mendirikan dan mengelola kafe yang dilengkapi fasilitas free WiFi. Agar positioningnya lebih mengena bagi para penggola blog yang menjadi sasaran pasarnya, is menamai kafenya berlokasi di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar ini dengan nama Kafe Blogger.

Menggunakan bendera AstaMedia Group, dalam jangka waktu dua tahun Asri membukukan omset Rp 480 juta per tahun — hanya untuk tiga perusahaan advertising berbasis blog-nya, yaitu Articles Trade Inc., SEOSEMID Inc., dan BuyLinkPost. Angka ini, kata Asri, meningkat secara signifikan pada tahun berikutnya. Tak heran, pada akhir tahun 2008 Asri meraih juara dua penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tingkat nasional yang digelar Bank Mandiri.





BIODATA



ASRI TADDA

Palopo, 3 April 1981

Email: asritadda@gmail.com



PENDIDIKAN:

1999 - 2003 S1 Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanudin Makassar



NAMA USAHA:

CV. AstaMedia Link Perdana (AstaMedia Group) (Blogging School and Internet Marketing Center)

Website: http://astamediagroup.com

Alamat: JI. Perintis Kemerdekaan KM8 No. 28 Tamalanrea, Makasar 90245

Telp/Fax : (0411) 590830, 582960

Email : info@astamediagroup.com

Website : www.astamediagroup.com



PENGHARGAAN :

2008 2 The Most Productive Writer in This Year-2004 Bari Penerbitan kampus (PK) IDENTITAS Universitas Hasanuddin

2008 Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana



Wirausaha Muda Mandiri adalah salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri yang ditujukan untuk mendukung berkembangnya semangat kewirausahaan kaum muda Indonesia melalui kompetisi kewirausahaan di kalangan generasi muda Program yang diselenggarakan sejak tahun 2007 ini sekaligus menjadi, ajang pembentukan jejaring bagi para pesertanya.



KUNCINYA PASSION

Sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok Asri Tadda. Dia seperti anak muda kebanyakan yang senang bergaul, berselancar dunia maya, dan aktif di berbagai kegiatan dan organisasi. Asri tercatat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin periode 2001-2002, Ketua ­Umum Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Makassar Timur, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Kedokteran Unhas, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur, Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL Raya), pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (PP IPMA-LUTIM), dan Direktur Program Sawerigading Institute.

Yang membedakan Asri dari kebanyakan mahasiswa lainnya atau bahkan dari para aktivis mahasiswa sekalipun - adalah kesadarannya akan potensi bisnis yang terbentang luas, dan visinya untuk menciptakan lapangan kerja - setidaknya untuk dirinya sendiri telah menjadikan penggiat portal opini Penakita ini sebagai seorang wirausaha.

Kecintaannya pada aktivitas blogging dimulai sejak pertama kali dia mengenalnya. Kecintaan kepada blog inilah yang kemudian mengiring Asri menemukan peluang bisnis di bidang ini. Berawal dari kegiatannya menulis jurnal online pada personal blog-nya itu, ia menyadari dari hobi bldg ini ternyata bisa menghasilkan keuntung. Maka beberapa bulan kemudian Asri mulai bergabung dengan teman-teman blogger-nya dalam forum Paid Review. Pekerjaannya adalah mengulas situs orang lain yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Atas pekerjaannya ini, ia dibayar oleh pemilik situs yang diulasnya. Hasilnya lumanyan, bisa mencapai US$ 10-15 per bulan.

Melihat peluang itu, Asri pun melanjutkan ke Paid Links. Dari sini ia bisa menangguk antara US $50-100 per link yang dijualnya untuk periode 1 tahun. Dengan banyaknya jaringan blog yang dimiliki oleh Asri, maka dapat dibayangkan betapa besarnya peluang penghasilan dari membuat review dan memasang link di blog-blog tersebut setiap tahunnya.

Besar kecilnya pendapatan ini didasarkan kepada jumlah peluang (visitor) yang singgah ke situsnya, peringkat situsnya di Google (google page rank), dan kualitas konten situs yang dikelolanya. Dari hanya menjadi seorang blogger biasa, kini Asri Tadda mengelola beragam bisnis online dengan cakupan layanan dan omzet yang jauh Ali besar. Beberapa bisnis tersebut yang cukup dikenal luas di du­nia internet adalah Articles Trade Inc (www.articlestrade.com), SEO‑SEMID Inc. (www.seosemid.com), BuyLinkPost (ww.buylinkpost.com) dan PublishMyArticles (www.publishmyarticles.com). Selain itu, kini Asri juga tengah mengembangkan layanan periklanan lokal melalui puluhan jaringan situs iklan baris dan meluncurkan free blog services dengan nama AstaLog.com (www.astalog.com).



MENULARKAN VIRUS WIRAUSAHA BERBASIS INTERNET

Dorongan untuk saling berbagi membuat Asri bertekad menularkan mencetak uang dari bisnis berbasis internet kepada masyarakat luas. Dia tidak ingin menikmati sendiri sukses bisnis di bidang ini. Apalagi, krisis ekonomi global sudah mulai terasa imbasnyanya kepada perekonomian nasional sehingga masyarakat dituntut untuk lebih kreatif menciptakan lapangan pekerjaan.

Maka Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pembangunan ksehatan (LKPK) Indonesia ini mendirikan AstaMedia Blogging School yang diluncurkan pada Februari lalu. Sekolah ini menawarkan tiga paket program blogging education. Ada paket basic blogging: untuk kalangan pemula, pro blogging untuk kalangan yang ingin mencari penghasilan dari blog, dan paket program blogging for professional untuk kalangan profesi tertentu seperti dokter, politisi, advokat, lawyer, dan sebagainya.

Asri menciptakan kurikulum terstruktur untuk proses transfer ilmu di sekolah blog ini. Kurikulum itu meliputi pengenalan tentang apa itu blog, bagaimana membuat dan mengelola blog, dan yang paling penting, bagaimana membuat blog menjadi ladang penghasilan yang subur. "Sekolah ini adalah upaya menyiapkan generasi melek internet, dan memahami serta bisa mengembangkan segala aspek potensional dalam aktivitas online," kata Asri.

Pria yang kini memiliki kesibukan baru sebagai pembicara berbagai seminar dan talkshow tentang kewirausahaan ini menjanjikan blogging school yang dikelolanya dapat mencetak tenaga ahli, memiliki keterampilan blogging tinggi. Para siswanya, kata Asri, akan siap mendapatkan penghasilan dari blog hanya dalam jangka waktu maksimal tiga bulan. "Ya, di AstaMedia memang ada jaminan sepw itu," ungkapnya tentang sekolah yang diklaimnya sebagai sekid:i blogging pertama di Indonesia ini.



Hukum Wirausaha #15 Tiupkanlah "Ruh" Pada "Brand" Anda



Meniupkan ruh, memberi kekua­tan dan nyawa agar brand bisa ber­gerak sendiri, hidup dan berdaya.

- Rhenald Kasali



BIASANYA KALAU BERBICARA soal branding, usahawan muda terlalu terpaku pada hal-hal yang remeh-temeh seperti pemberian nama, logo, warna, dan desain. Logo, simbol, dan identitas memang perlu dirumuskan secara matang, namun tidak cukup untuk mengangkat brand Anda.

Lebih dari itu branding adalah sebuah upaya me­niupkan "ruh" pada produk dan usaha yang Anda bangun. Brand yang kuat akan memiliki spirit dan karakter, me­nimbulkan pengaruh yang kuat bagi konsumen dan komu­nitas yang ditempati brand tersebut. Brand memang sangat mahal untuk dibangun, namun uang saja takbisa membeli­nya. Semuanya terpulang pada pemilik usaha, apakah ia mau dan mampu meniupkan "ruh" pada brand-nya atau tidak.

Berikut ini adalah tip yang dapat dipakai oleh Wira­usahawan Muda Mandiri dalam membangun brand.

  • Apapun yang Anda lakukan pada brand, pada dasarnya Anda meniupkan karakter Anda. Maka jaga dan bangunlah karakter sebelum membangun brand Anda. Jangan biarkan Anda berkompromi terhadap hal-hal yang dapat merusak reputasi dan karakter Anda, karena ia puncapat mengkontaminasi brand Anda.

  • Setelah menetapkan identitas, cocokkan logo, nama, dan identitas produk Anda dengan sasaran pasar, konsep produksi, serta elemen-elemen penting lainnya yang berdampak pada proses komunikasi seperti kemasan, penetapan harga, dan pemilihan lokasi,

  • Branding dibangun dengan proses komunikasi namun komunikasi tidak melulu berupa iklan, dan iklan tidak melulu merupakan pesan-pesan komersial disajikan melalui media massa. Komunikasi adalah suatu keharusan, namun pilihan yang tersedia sangatlah luas. Carilah pilihan-pilihan berkomunikasi dan cara yang paling murah untuk membunyikan brand Anda.

  • Cara termudah dan termurah membangun merek adalah dengan pendekatan story telling dan menjadikan diri Anda sebagai story teller dengan produk atau usaha Anda sebagai story-nya. Maka buatlah story tentang proses Anda membangun usaha seunik dan seoriginal mungkin, agar business story Anda menarik perhatian.

  • Story telling melekatkan komunitas dengan story, dan tellernya. Story telling memperkuat asosiasi publik terhadap sebuah brand. Story telling capat berupa keunikan produk, proses pembuatan, temuan-temuan, perjalanan usaha, persoalan-persoalan hidup, tantangan-tantangan, pemberian nama, keterbatasan komunitas, teknologi yang diadopsi, dan segala hal lain yang mampu menjadi cerita yang menarik. Cerita-cerita itu bukanlah cerita fiktif yang manipulatif, melainkan cerita hidup yang menyemangati dan memberi inspirasi atau kekaguman. Temukan dan rangkailah cerita dari diri Anda.

  • Cerita hidup harus terus dibuat hidup. Buatlah event-event khusus yang bisa membuat cerita Anda terus hidup dan berkembang. Event-event itu dapat berupa event kenaikan kelas usaha, peluncuran produk baru, kon­sep baru, atau sesuatu yang Anda rangkai sebagai sebuah periatiwa lokal atau nasional.

  • Undang media dan berikan stimulus-stimulus non ekonomi pada media massa, apakah radio, media interaktif, surat kabar/majalah, televiai, atau media lainnya agar mereka tertarik mampir dan memberitakan tentang produk Anda atau usaha Anda. Bersikap terbukalah pada tawaran-tawaran media massa dan jadilah the beststory teller.

  • Konsiatensi identitas. Jagalah agar identitas dan brand Anda tetap konsiaten, baik dari pencitraan dan pem­beritaan. Jangan biarkan ia menjadi celotehan-celotehan neqatif yang merusak reputasi Anda.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Salman Aziz Alsyafdi, Pemilik Warnet Gue: Memulai Usaha Tanpa Uang

Berawal dari jual nasi goreng dan buku foto kopian, bisnis Salman terus berkmebang ke segala arah. Dari warnet dan penyewaan komputer, toko foto, hingga laundry, dan usaha salon. Modalnya bukan uang, melainkan kejelian membaca peluang, kemauan dan kreativitas.



MODAL UTAMA BERUSAHA adalah kemauan dan kreativias, bukan uang. Salman Azis Alsyafdi telah membuktikannya. Bisnisnya dirintis tanpa modal uang sepeser pun.  Yang dilakukannya adalah jual beli - ya, jual beli, bukan berjualan nasi goreng.

Begini kisahnya. Pada tahun 2003, sebagai siswa SMU Insan Cendekia sekolah berasrama (boarding school) di Serpong, Salman dan kawan-kawan tak jarang merasa bosan dengan menu makanan yang disediakan pihak asrama. Mau mencoba makanan lain  tidak bisa, tidak ada kantin yang menjual jajanan. Namun keadaan ini justru menggelitik naluri bisnis Salman. la menanyakan siapa saja yang ingin membeli makanan di luar asrama. Lalu bersama dua rekannya,  ia naik sepeda hingga 3 km mencari tukang nasi goreng yang murah dan enak, dan menjualnya lagi kepada pemesan tadi.

Usaha ini tidak membutuhkan modal sama sekali, karena sebelum membeli makanan ke pedagang ia sudah meminta uangnya kepada siswa yang ingin beli. Wajah Salman menerawang, namun bibirnya menyungging senyum. "Saya mengingat peristiwa itu seolah seperti baru kemarin," katanya.

Jika Salman begitu terobsesi dengan berwirausaha, itu gara-gara ketika ia masih duduk di bangku SMU bapaknya memberikan buhu berjudul Rich Dad Poor Dad, karya fenomenal Robert T. Kiyosaki. Ia mengaku menemukan sebuah pilihan hidup yang sangat menarik karena terinspirasi buku itu, pilihan untuk menjadi pengusaha. "Sebagai manusia saya tidak ingin untuk mengikuti arah arus yang ditetapkan sejumlah orang. Saya ingin menciptakan arus itu sendiri," ujarnya.

Tamat dari sekolah berasrama ini, pria kelahiran Jakarta, 11 Februari 1986 ini diterima di Fakultas llmu Komputer (Fasilkom) UL Meli­hat buku-buku teks kuliah di Fasilkom yang be­gitu besar dan tebal, serta jumlah mahasiswanya yang mencapai ratusan, muncul gagasan untuk berjualan foto kopian buku. Untuk berbisnis buku foto kopian ini ia membagikan selem­bar kertas kepada teman-temannya sesama mahsiswa. Isinya, "Bagi yang ingin pesan buku foto kopian silakan tulis di sini." Karena jumlah mahasiswa Fasilkom tiap angkatannya cukup besar, jumlah yang memesan buku foto kopian ini cukup ba­nyak. Uang muka pesanan inilah yang menjadi modal Salman untuk membeli buku aslinya. Pembayaran kepada tukang foto kopi dilaku­kan secara mencicil, seiring dengan pelunasan biaya buku foto kopian oleh teman-temannya.





“Sebagai manusia saya tidak ingin mengikuti arah arus yang ditetapkan sejumlah orang. Saya ingin menciptakan arus itu sendiri.”



Salman tak pernah berhenti mencari peluang baru. la mengamati banyak sekali mahasiswa Fasilkom yang membutuhkan komputer, sarana wajib bagi perkuliahan mereka. Para mahasiswa dari fakultas lain pun banyak yang membutuhkan komputer untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas. Namun di waktu itu, awal tahun 2004, belum ada toko komputer yang menjual komputer murah branded.




BIODATA

SALMAN AZIS ALSYAFDI, S. KOM

Jakarta, 11 Februari 1986

Website : www.ilmusalman.wordpress.com

Email : salmanazis@yahoo.com / salmanazis@gmail.com



PENDIDIKAN:

S1 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia



NAMA USAHA:

Warnet Gue (Warnet dilengkapi fasilitas servis dan penjualan komputer)

Website: www.warnetgue.com

Alamat: Baran Indah No.E-27, BSD, Serpong, Telp: 021 75871580



PENGHARGAAN:

2007 Pemenang Wirausaha Muda Mandin Kategori Mahasiswa program Diploma Dan Sarjana

2008 Best Entrepreneur Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

LAIN-LAIN :

2007-Sekarang Pemilik Usaha Website, Salon di Asrama UI, Cetak foto di Depok, Video Shooting dan Editing, Cetak Foto di Serpong, Servis, dan Penjualan Komputer di Serpong, Warnet di Pamulang di Bukit Indah.

2005 Usaha Laundry di Asrama U1 & Warnet di Universitas Pancasila

2004 - Sekarang Warnet di Asrama Ul

2005 – 2007 Usaha Pulsa di Asrama Ul

2003 Menjual             Buku Fotokopi di Fasilkom Ul &Jual Beli Nasi Goreng di SMU Insan Cendekita Serpong



Yang ada hanya komputer rakitan, itu pun harus dibeli di Glodok sentra-sentra perdagangan komputer di Jakarta. Lebih repot lagi, harus dibeli secara tunai - hal yang tentunya memberatkan bagi bagi mahasiswa.

Dengan sigap Salman menyergap peluang besar ini. Pada ssemester kedua ia memulai usaha menjual komputer rakitan. Ia menempel promosi berupa foto kopian yang ditempelkan di Asrama UI (waktu itu ia tinggal di sini), serta halte-halte dan fakultas-fakultas di lingkungan UI menawarkan komputer murah. "Sebelumnya, hampir setiap Minggu saya berkeliling Glodok mencari toko yang menjual komputer dengan harga paling murah," kenangnya. Ketika pesanan datang tinggal mennelpon toko untuk menyampaikan spesifikasi (spec) yang dibutuhkan agar segera dirakit, lalu diambilnya ke Glodok.



MENGUBAH MASALAH MENJADI PELUANG

Salah satu keunggulan Salman adalah kejeliannya melihat masalah atau kebutuhan target pasarnya, dan memberi solusi yang sekaligus merupakan peluang bisnis bagi dirinya. Karena kebutuhan akan internet sangat tinggi, maka ia pun berpikir untuk membuka usaha warnet di situ. Maka ia pun mengajukan permintaan untuk menyewa ruangan di asrama untuk dijadikan warnet.

Pak Umar, pimpinan asrama, menyambut baik gagasan ini. Salman pun mulai mencari modal untuk membiayai usaha tersebut. Biaya yang dibutuhkan untuk usaha warnet pertama ini masih cukup tinggi menurut ukuran mahasiswa yang sedang merintis usaha : sekitar Rp 38 juta. Ia bermitra dengan seorang rekan sehingga masing-masing memberikan dana Rp19 juta. "Tetapi waktu itu saya hanya punya Rp. 9 juta hasil usaha saya dulu. Yang Rp10 juta lagi masih harus dicari entah dari mana," tuturnya.

Sesudah berpikir masak-masak, ia menyambat orangtuanya untuk memberikan modal itu. "Proses ini saya namakan membenamkan diri ke dalam bara api'," tutur Salman. Dengan melakukan hal ini ia mendapatkan efek ganda. Pertama, ia mendapatkan uang yang dibutuhkannya untuk modal. Dan kedua, ia menempatkan diri ke dalam suatu kondisi yang memotivasinya untuk berusaha habis-habisan. "Kalau saya gagal saya akan kelaparan. Maka saya tak boleh gagal," katanya.

Warnet ini diberinya nama Warnet Gue, agar para pelanggan turut merasa memiliki dan menjadi pelanggan setia. Pelanggan utama warnetnya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama itu. Agar lebih dikenal lagi, Salman dan rekannya juga melakukan promosi di luar asrama, termasuk dengan menempel poster di halte dan fakultas-fakultas.


DIOBRAK-ABRIK 10 PREMAN

Sukses dengan usaha warnet di Asrama UI ini Salman mencoba melebarkan sayap ke luar UI. Pada 2006, Warnet Gue membuka gerai kedua di wilayah stasiun Universitas Pancasila. Rupanya langkah tidak disukai para pesaingnya. Mereka tidak suka Salman menjual servis printing dengan harga Rp 300 per lembar, sementara mereka menjualnya Rp 400 per lembar. "Saya menolak mengikuti kemauan mereka untuk menaikkan harga," katanya.

Penolakan ini berbuntut panjang. Pada malam harinya, warnetnya didatangi 10 orang preman berclurit. Saat itu Salman kebetulan tidak iada di tempat. Namun begitu mendengar kejadian tersebut ia langsung bergegas ke sana. Para preman itu sudah raib, Salman hanya bisa melaporkan kejadian itu kepada RT setempat. Keesokan harinya seluruh pengusaha warnet di lingkungan itu dikumpulkan Pak RT untuk menylesaikan masalah. Para pesaingnya menuntut Salman menurunkan harga. Menyadari posisinya, Salman akhirnya menyetujui untuk menurunkan harga. "Saya sekarang percaya orang bisa bunuh-bunuhan karena uang Rp 100," ujar Salman seraya tersenyum.

Warnet cabang kedua ini rupanya tak berjalan mulus. Dua kali gerai ini mengalami percobaan perampokan. Sampai-sampai pegawai Warnet menyiagakan sebilah samurai untuk jaga-jaga. Berbagai teror dan beberapa perhitungan yang meleset membuat Salman memutuskan menutup warnet ini.

Kendala di Pancasila juga tak membuatnya jera. Bahkan pada 2008, Warnet Gue membuka cabang kedua di Serpong, cabang ketiga di Pamulang, dan berlanjut dengan cabang keempat di Perumahan Bukit Indah, Ciputat, pada tahun 2009 - semuanya di wilayah Tangerang Banten.

Menurut Salman pengembangan usahanya akan tetap berfokus ke sektor pemberdayaan teknologi informasi. Selain akan terus mengembangkan cabang warnet, sejak tahun 2007 ia juga membuka usaha website, dan sejak tahun 2008 membuka usaha penjualan dan servis computer di Serpong. "Dalam waktu dekat saya akan membuat pelatihan ilmu teknologi informasi," katanya.



IBARAT BERTUALANG DI LAUT LEPAS

Meski telah mencanangkan fokus bisnisnya di bidang teknologi informasi, bukan berarti Salman mengharamkan peluang lain. la juga memiliki usaha cetak foto di Depok (sejak tahun 2007) dan Serpong (sejak tahun 2008), serta usaha video shooting dan editing (sejak tahun 2008) yang hanya dikelola hingga kini. Bahkan sebelumnya ia juga pernah terjun ke usaha kantin di Fasilkom UI (2005-2006), dan salon di Asrama UI (2007).



"Bagi saya berbisnis itu ibarat petualangan di laut lepas mencari pulau harta karun," katanya beramsal. Hal itu membuat ia selalu ingin coba-coba dan bereksperimen dengan bisnis. "Banyak di antara percobaan itu yang gagal atau tidak dilanjutkan, bagi saya itu adalah hal yang biasa," lanjutnya. Namun kini ia mengaku telah menemukan bisnis intinya, yaitu bisnis berbasis teknologi informasi, dalam hal ini bisnis warnet, website, dan pelatihan teknologi informasi. Keyakinannya akan fokus bisnisnya ini semakin kuat ketika Salman mengikuti Lomba Wirausaha Muda Mandiri 2007 dan meraih Juara 2 Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana Tingkat Nasional. Setahun kemudian, tepat­nya pada tahun 2008, ia kembali meraih gelar, kali ini menjadi Best Entrepreneur Fakultas Ilmu Komputer UI.

Penolakan ini berbuntut panjang. Pada malam harinya warnetnya didatangi 10 orang preman berclurit



Jalan Salman masih terentang panjang. Namun dengan visi yang jelas dan misi yang tegas, kreativitas, kemauan, dan kemampuannya, kita berharap ia bisa mewujudkan mimpinya dan menyumbangkan manfaat bagi orang banyak.








Hukum Wirausaha #14

Tidak Ada Jalan Pintas



Mengapa orang mengambil jalan pintas kalau bukan untuk senang-senang? Jalan pintas bukanlah, terobosan, melainkan upayamenghindari dari ujian dalam kehidupan.

- Rhenald Kasali



SALAH SATU MASALAH besar yang mengganggu keberhasilan wirausaha-wirausaha muda adalah godaan untuk cepat sukses. Wajar, orang muda yang bergairah ingin cepat-cepat mendapat pengakuan. Apalagi saat ini begitu banyak "pedagang" ilmu muncul dengan menawarkan jurus-jurus jalan pintas. Perhatikanlah tema-tema seminar dan  judul-judul buku yang mereka tawarkan: "Kaya Raya "Cara Cepat Menjadi Kaya", "sukses Dan Kaya", "Cara Cepat Menjadi Juara Kelas", dan lain sebagainya.

Namun demikian perlu saya ingatkan bahwa tidak ada jalan pintas dalam meraih keberhasilan. Seorang mentor senior, usahawan yang menangani sebuah industri mengatakan begini: "Semua orang berhak menjadi kaya. Yang menjadi pertanyaan, apakah mereka sudah pantas menjadi kaya?" Rupanya kaya ada kepantasannya juga. Bukankah ada banyak kasus yang dapat kita pelajari dari orang-orang yang kaya mendadak, atau terlalu muda untuk menjadi kaya? Cepat menjadi kaya ternyata lebih menjadi sebuah persoalan yang justru dapat merusak hiclup seseorang.

Terhadap tawaran-tawaran yang menggiurkan agar Anda terpacu menjadi cepat kaya, hendaknya selalu di­waspadai karena beberapa hal:

Siapa pun yang cepat mencapai sesuatu, umum­nya cepat kandas pula. Masalahnya kecepatan itu telah memotong proses yang Anda butuhkan untuk mena­nam pondasi. Pondasi gedung-gedung bertingkat tinggi dibuat dengan penuh kehati-hatian, dan selalu butuh waktu untuk ditempati. Sebelum pondasi benar-benar melekat dan keying, tali-tali pengikat dan papan-papan cor belum bisa dilepas.

Bila seseorang yang punya uang dan seseorang yang berpengalaman bertemu, maka yang punya uang akan mendapatkan pengalaman, sedangkan yang pu­nya pengalaman akan mendapatkan uang Anda. Bagaimanapun juga orang yang berpengalaman akan menjadi pemenang, sementara pemula yang ingin cepat sukses hanya akan mendapatkan harapan kosong.



Mereka yang melanggar etika adalah perampas hak-hak orang dan akan menemukan rumahnya di sebuah kurungan gelap tanpa nama baik.

- Rhenald Kasali



Siapa pun yang memotong jalan untuk  mencapai jalan sukses hanya bisa menjalaninya sambil melanggar etika. Mereka yang melanggar etika adalah perampas hak-hak orang lain, dan akan menemukan rumahnya sebuah kurungan gelap tanpa nama baik.

Oleh karena itu perhatikanlah tip berikut ini :

Hindari jalan pintas dalam membangun usaha-usaha yang berhasil selalu dimulai dari perjuangan tak kenal lelah setelah melewati rangkaian proses yang panjang.

Nikmati proses yang disajikan, maka setiap kesulitan akan menghasilkan tenaga tambahan.

Katakan pada diri Anda bahwa segala hal yang mu­dah dan memotong proses, dapat berisiko negatif pada usaha Anda.

Saat menyaksikan teman satu angkatan atau satu generasi berhasil mencapai puncakjauh lebih cepat dari­pada yang bisa Anda dapatkan, janganlah berkecil hati. Setiap orang memiliki cara dan jalannya masing-masing, dan setiap orang mendapatkan hasil dari jerih payahnya sendiri. Berfokuslah pada pelanggan Anda, karena me­rekalah yang harus anda layani.

Tetapkanlah hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh Anda lakukan sedari awal sehingga anda bekerja dengan tata nilai.

Jauhkanlah diri dari para pemburu kekayaan. Orang­orang yang mengejar kekayaan dapat berakhir cepat dan merusaktata nilai.

Seleksi orang berdasarkan tata nilai dan jangan lo­loskan mereka untuk diangkat kalau mereka melanggar tata nilai.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Yoris Sebastian, Pemilik OMG Creative Consulting: Yang muda yang berjaya

Muda, kreatif, inovatif dan sukses. Semua ada pada seorang Yoris Sebastian Nisiho. Ia mematahkan asumsi bahwa kesuksesan hanya bisa diraih pada usia matang.



USIANYA BELUM LAGI memasuki kepala empat. Tali ini tak lagi bisa dikategorikan sebagai 'anak bawang' dunia bisnis. Kreativitas dan rasa penasaran khas anak muda amat menonjol dalam pergerakan bisnis pendiri dan pemilik OMG Creative Consulting ini. Yoris yang pernah meraih penghargaan ­sebagai Most Promising Entrepreneur dalam ajang Asia Pacific Entrepreneur Award Winner ini membuktikan bahwa dari ide-ide playful, bisa tumbuh usaha serius yang menghasilkan.

Lihat saja pilihan nama yang ia gunakan untuk usahanya yang merupakan singkatan dari jargon Oh My Goodness ini menurutnya adalah sebuah harapan atas karya yang mencengangkan. "Saya membantu klien yang mau melakukan bisnis secara berbeda," katanya.

Sesuatu yang mencengangkan dan di luar bayangan adalah target operasinya. Tujuannya apalagi kalau bukan mendulang efek 'wow' akan membuat kata Oh My Goodness terlontar dari orang yang melihat



PLAYFUL TAPI SERIUS

Meski terkesan main-main, pria yang pada 2006 silam terpilih sebagai pemenang British Council's International Young Creallvi trepreneur (IYCE) ini sangat serius menjalankan bisnisnya. Salah satu contoh yang masih hangat mungkin adalah program penghargaan musik yang kalau orang normal mungkin akan diberikan di ballroom namun Yoris dan OMG berhasil meyakinkan Class Mild untuk mengadakan Class Music Heroes Award dan membagikannya di sawah, di pom bensin bahkan di jembatan.

Sebagai konseptor, Yoris melihat seringkali malam penghargaan yang diselenggarakan di ballroom sudah sepi penonton di saat awarding belum selesai. Selain itu karena masuk di televisi nasional Yoris ingin memberi inspirasi kepada pemirsa terhadap tempat-tempat yang selain in­dah juga memiliki nilai positif yang bisa menjadi panutan. Misalnya sawah di desa Jatihluwih Bali yang masuk dalam daftar World Heritage dari UNESCO. Atau Taman Baca gratis di kota Batu.

Selain itu Yoris juga hadir sebagai salah satu konsultan pengembangan konsultan pengembangan konsep bisnis F.Pod di FX yang menghadirkan 12 ruang meeting dengan design yang berbeda dari 12 designer interior Indonesia. Ataupun konsep terbaru Epicentrum Walk di kawasan Superblok Rasuna Epicentrum dengan target market unik Generation C.



“Kalau klien bisa pakai baju biru, saya tidak akan menyuruhnya mengganti baju oranye. Saya mempertahankan baju biru itu dengan tambahan aksesori di sana sini.



Sebagai konsultannya, Yoris berhasil mengulik keunikan gedung bortida di jantung bisnis Jakarta. Karena letaknya berdekatan III 11tisat belanja lain di Jakarta seperti Pacific Place, Senayan City Plaza Senayan, Yoris beranggapan harus ada keunggulan oicinhtiatnya menarik dikunjungi. Maka ia menyarankan klien untuk membuat 12 ruang meeting dan menyediakan tiga shuttle bus yang beroperasi sepanjang jalan Sudirman ke Sudirman Centre Business District (SCBD) selama jam kerja.






BIODATA

YORIS SEBASTIAN NISIHO

Ujung Pandang, 5 Agustus 1972 Website: yorissebastian.com



PENDIDIKAN:

Jurusan Ekonomi Akutansi, Universitas Atmajaya, Jakarta (Drop Out)



NAMA USAHA:

OMG Creative Consulting (Jasa Konsutasi Kreatif)

Website: www.octovate.com

Alamat: The Bellezza Permata Hijau, GP. Tower, Lt, 26, JI. Letjend. 5oepono No. 34, Jakarta



PENGHARGAAN

2008 Winner of Asia pacific Award for « Most Promising Category >> oleh Enterprises Asia form Malaysia

2006 Winner of international Young Creative Entrepreneur of The Year — In Music Sector — by British Council in London

2003 Winner Marketer Award — by IMA (Indonesian Marketing Association) Markplus &

Majalah SWA



KARIER / PROFESI :

2008 Mendirikan dr. M (Digital Distribution Company) bersama Morin Chandra

2007 Mendirikan OMG Creative Consulting bersama Sumardy

2004-2007 Head of Division MRA Group for Food & Beverage (Hard Rock Cafe & HaagenDazs)

2001 Mendirikan majalah MTV Trax bersama Meuthia Kasim

2000 Mendirikan BC Bar bersama Meuthia Kasim

2000-2007 General Manager Hard Rock Cafe Indonesia (Jakarta &Bali)

1999 Mendirikan IP Entertainment bersama Muethia Kasim & Indra Safera

1999-2000 General Manager Hard Rock Cafe, Jakarta



Agar mudah, ia juga menyarankan pengelola memungkinkaj pengunjung mengakses jadwal kedatangan dan keberangkatan bus lewat SMS. Ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap lahan parkir gedung tak terlalu luas. Sejauh ini, hasilnya terlihat jelas. Perlahan tapi pasti, Plaza FX mulai menjadi satu meeting point favorit warga Jakarta.

Tapi apa sebenarnya profesi Yoris? Masih banyak orang bingung tentang apa sebutan yang tepat bagi profesi pria kelahiran Ujung Pandang, 5 Agustus 1972 ini. "Banyak yang bertanya pada saya, 'kamu event organizer ya?’. Saya selalu menjawab bahwa saya adalah event consultan dengan fokus pada business innovation concept yang meski inovatif, tetap disesuaikan dengan karakter klien," katanya menjelaskan.

Maka, walaupun ia selalu berusaha menghadirkan konsep-konsep `wow' yang berada 'di luar kotak', ia toh tetap mengikat kuat konsep tersebut pada kotaknya dan mengeksekusi konsep tetap di dalam kotak. "Kalau klien biasa pakai baju biru, saya tidak akan menyuruhnya mengganti baju orange. Saya mempertahankan baju biru itu dengan tambahan aksesori di sana sini," ungkapnya.

Ia yakin, orang muda adalah jaminan perkembangan Indonesia "Kalau bisa dikasih kesempatan lebih banyak kepada yang muda, saya yakin Indonesia bisa lebih berkembang. Saya juga bisa berkembang karena ketika muda saya memperoleh banyak penghargaan. Nah, sekarang saya give it back lagi ke angkatan yang lebih muda, dan membuat banyak awards," ujarnya mantap.

Yoris matang bersama pengalaman. Ia makin tertantang untuk menggali potensi dan inovasi ke dasarnya. Rentang panjang membuatnya makin lentur berbisnis. Maka ia pun merambah bidang creative event planner. Untuk yang ini, ia menangani ajang penting Black Innovation Awards (BIA) dan IYCE Awards yang diadakan di­British Council, yang pernah ia menangi tahun 2006 di Inggris.

"Di IYCE ini bisa dibilang saya 'naik pangkat' terus. Tahun 2006 peserta dan menang, tahun kedua jadi juri, tahun ketiga jadi consultant," kisahnya sambil tertawa. Targetnya adalah agar dua tahun ke depan Indonesia bisa mengirim lebih banyak nominator ke Inggris dan terus mempertahankan sebagai satu-satunya negara  setiap tahun ada pemenang international sejak 2006.



Kreativitas Konsultan Kreatif

THINKING OUT the box adalah ungkapan yang sudah sangat familiar Namun, bila ditambahkan menjadi 'thinking out of the box, but executing inside the box, jargon itu pun jauh menjadi lebih bermakna dan terkesan lebih gampang di aplikasikan. Inilah rupanya dasar pemikiran Yoris Sebastian menuliskan hal itu dalam blog-nya. la sepertinya mengerti benar bahwa orang Indonesia tidak terlalu sendang untuk berpikir di luar kotak. Persoalannya, budaya komunal yang kita anut membuat masyarakatnya selalu ingin sama dengan yang lain. Jika ada sesuatu yang berbeda mereka merasa terancam, dan berusaha membuatnya sama. Begitu juga sebaliknya. Jika ada orang yang melakukan sesuatu yang ber­beda dan berhasil, barulah diikuti yang lain. Yoris, adalah konsultan yang kreatif karena selalu berpikir di luar kotaknya, menumpahkan banyak ide, dan terus mengasah kreativitas.

Q: Sudah berapa lama Anda memiliki usaha sendiri - menjadi konsul­tan?

A: Kurang lebih 1.5 tahun. Saya menjadi konsultan di bidang kreatif alias berjualan ide. Jadi ketika sebuah perusahaan besar sudah terjebak dalam rutinitas dan tidak sempat untuk berpikir kreatif, tim kami akan turun membantu menghasilkan ide kreatif yang baru.

Q: Mengapa baru sekarang, bukannya setelah lulus sekolah?

A: Modalnya tidak ada, karena saya bukan berasal dari keluarga yang punya banyak uang. Mau kuliah di luar saja tidak bisa. Jadi saya mencari modal dulu dengan menjadi karyawan dan mulai investasi dari 10% ditabung terus sampai modalnya dirasa cukup. Baru saya mencoba mulai usaha sendiri.

Q: Untuk berwirausaha tentunya diperlukan hal-hal lain di luar investasi. Bagaimana persiapannya?

A: Hanya bermodalkan pengalaman dan berbagai inovasi. Dulu, saya hanya menjual ide-ide itu kepada perusahaan di mana saya bekerja saja, sekarang saya bisa jual kepada siapa pun. sekarang ini misalnya, usaha saya sudah mulai enak dan stabil. Ada belasan proyek yang running bersamaan, karena kita hanya sebagai consultant suatu brand. Cara kerjanya adalah menjual konsep yang jika sudah disetujui oleh client, eksekusinya ada di pihak yang sudah berbeda lagi.

Q: Yang menjadi pertanyaan banyak orang, melakukan thinking out of the box adalah suatu hal yang tidak mudah, apalagi untuk orang Indonesia yang latar belakang pendidikannya sangat membelenggu. Bagaimana cara melatih diri agar bisa melahirkan kreativitas?

A: Cara yang paling mudah dan selalu saya sampaikan di mana-mana adalah dengan melakukan kebiasaan kreatif, yaitu melakukan hal-hal yang melawan rutinitas. Misalkan saja saya menggunakan jam tangan tidak harus di sebelah kanan terus, terkadang juga sebelah kiri. Pergi ke kantor jika tidak sedang terburu-buru, mencoba melalui jalan yang berbeda. Pada dasarnya semuanya itu tidak ada yang tidak bisa. Pada suatu saat seseorang bisa saja mengatakan "Saya tidak kidal, saya tidak bisa menggunakan sikat gigi dengan menggunakan tangan kiri." Nah, di saat lain ketika terjadi kecelakaan dan tangan kanannya tidak bisa digunakan, dia bisa sikat gigi menggunakan tangan kiri. Bahkan sangat mungkin Anda tanda tangan cek menggunakan tangan kiri.

Q: Jadi membiasakan untuk tidak terbelenggu dengan kebiasaan rutin, sehingga membuat kebiasaannya menjadi fleksibel, bisa A bisa juga B.

A: Kreativitas itu merupakan suatu kemampuan, bukan merupakan suatu garis keturunan atau genetik. Inilah bedanya dengan tingkat kecerdasan. Jika saya terlahir dengan IQ 128, maka itu adalah warisan genetik. IQ tetap sekian, namun kreativitas bisa dikembangkan melalui kebiasaan.



Tak hanya piawai mengemas konsep acara dan mal, Yoris juga ahli membuat untung para pebisnis kuliner. BC Bar salah satunya. "Itu bar pertama di Jakarta yang hanya buka pada Jumat dan Sabtu," katanya menyontohkan. Efek kejut sarannya itu adalah, meski hanya buka pada akhir pekan, bisnis itu tetap menguntungkan. Kuncinya menurut Yoris terletak pada keunikan hari beroperasi. "Kalau saya buka setiap hari nggak unik, kan? Kalau buka Jumat dan Sabtu, orang malah penasaran imbuhnya. la masih punya ide out of the box lainnya untuk bisnis restoran. "Belum ada klien yang berani karena saya mengusulkan, restoran yang nggak ada menunya," katanya sambil tertawa.



SEKOLAH DI LAPANGAN

Sempat belajar akuntansi, Yoris sepertinya ditakdirkan menjalani perjalanan karier yang menarik. Kuliahnya yang tak selesai memberinya bekal manajemen keuangan yang mumpuni. Meski konsep yang ditawarkannya hampir selalu aneh, tapi soal profit dan strategi tetap diperhitungkan. Ada cerita menarik yang selalu ia kenang perihal kuliah akuntansinya yang tak tuntas itu. Yoris yang sudah bekerja sejak kuliah, itu berpikir beda dengan mahasiswa lainnya.

"Karena tak ingin menjalani kerja dan kuliah setengah-setengah, saya berpikir untuk memilih salah satu," kenangnya. Pilihan Yoris jatuh pada karier baik yang sudah ia miliki. Toh, kuliah itu kan akhirnya juga untuk mencari kerja? Tapi ini tidak mudah. Untuk menenangkan orang tua, ia mengaku kuliah di Universitas Terbuka. "Kalau nggak begitu, nggak akan dapat izin."

Di kantornya, ia mendapat julukan sebagai invisible boss karena kehadirannya yang sangat jarang. "Saya lebih suka mobile. Sebab kalau di kantor, saya akan terjebak rutinitas. Saya ke kan­tor hanya kalau ada rapat. Malah waktu kantor masih lebih kecil, kursi saya berikan ke orang lain daking nggak pernah terpakai," katanya. Ke­biasaan berani mengambil manuver tak terduga dalam karier diyakini Yoris sebagai buah dari kegemarannya bermain video game saat kecil. "Game membuat saya berani mengambil resiko"



"Saya lebih suka mobile. Sebah kalau dikantor akan terjebak rutinitas. Saya ke kantor hanya kalau ada ra­pat. Malah waktu kantor masih lebih kecil, kursi saya berikan kv orang lain saking nggak pernah terpakai."



Yoris memang selalu memberi respek yang setara pada apapun yang ia kerjakan tanpa memandang besar kecilnya. "Saya selalu bilang, start small. Mulailah dari hal kecil, jangan langsung besar, yang saya pelajari dari pengalaman sendiri," katanya memberi kiat tak salah berkata demikian. Sebab langkah besarnya memang diawali dengan langkah-langkah kecil yang terayun konstan.





MELAWAN DEMI KEYAKINAN

Program I Like Monday dikenang Yoris sebagai titikbalik pencapaian kariernya. "Sebab posisi saya waktu itu nggak terlalu tinggi dan harus melawan banyak orang. HRC memang terkenal penampilan band asingnya. Sementara saya percaya musik lokal akan mendominasi musik industri, dan sekarang itu sudah terjadi. Untungnya argumentasi " saya diterima," kenangnya. Pelajaran yang ia tangguk dari pengalaman itu adalah keyakinan untuk tidak takut mengemukakan ide hanya karena alasan usia, "Yang penting kita punya reasonable reason."

Setelah semua pencapaian yang ia raih, Yoris mengaku masih ada keinginan lain yang hendak dicapainya. "Menikah," tukasnya cepat. ia sempat mencanangkan target untuk menikah di usia 25 tahun. Alasannya, "Biar beda usia dengan anak nggak jauh." Tetapi target itu tidak berhasil ia capai. "Tapi itu tidak saya anggap sebagai kegagalan. In live we cannot win everything. Mungkin satu atau dua tahun ke depan. sekarang sedang konsentrasi bikin usaha sendiri. Mengalir saja," katanya.

Hal lain yang juga tengah menyita perhatiannya adalah menciptakan minipreneur. "Saya ajak ibu rumah tangga muda untuk bekerja dari rumah untuk beberapa proyek saya. Ini sekaligus mendukung program ibu menyusui. Ternyata banyak lho yang berminat," katanya. Bagaimana cara menjaringnya? "Gampang. Lewat Facebook. mereka tetap dapat pemasukan tanpa harus kerja kantoran." Di luar kesibukan bisnisnya, Yoris masih memberi waktu bagi dirinya diri. "Saya paling senang travelling. Bagi saya, travelling adalah part of seeing other cultures. Liburan buat saya bukan nyari ide, tapi nyari inspirasi. Apa yang kita bikin sangat localized. Think globally, locally, act locally. Jalan-jalan juga salah satu cara untuk men-charge otak."



Entrepreneur saat ini cukup bagus dan iklimnya sangat m.endukung. Ada Bank Mandiri yang memberikan 'virus- virus' positif. Jika dulu sudah ada pro­gram seperti ini, mungkin saya bisa lebih awal menjadi entrepreneur. Saya rasa inilah saatnya para generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan dan terus menjadi mandiri.



Hukum Wirausaha #

13 Seni Berkuda



Orangmiskin bekerja dengan tangannya sendiri. Yang kaya memakai  tangan-tangan orang lain.

-Unknown



SETIAP ORANG MEMERLUKAN kuda tunggangan untuk membawa mereka ke tempat tujuan. Seorang lulusan universitas terkenal menunggang kuda almamaternya yang terdiri dari nama besar sekolah, ilmu pengetahuan, dan  jaringan para alumnusnya yang menduduki posisi-posisi ­strategis di berbagai tempat. Seorang pekerja menunggang kuda perusahaannya yang memiliki reputasi yang dikenal luas. Dengan bekal pengalaman dari perusahaan  itu is menjadi lebih mudah mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan, menghubungi berbagai pihak dan memperoleh pelatihan-pelatihan bermutu.

Seni berkuda harus dimiliki siapa saja yang menghendaki kemajuan. Orang-orang yang tidak menentukan  kuda bagi dirinya terpaksa harus bekerja lebih keras dan menjadikan dirinya sendiri sebagai kuda. semakin Anda merasa pintar dan semakin Anda talk merasa perlu orang lain, maka semakin Anda tergantung pada diri sendiri.

Sebaliknya, semakin kita merasakan dan mengakui kekurangan kita, maka semakin kita merasa memerlukan orang lain. Inilah tip bagi mereka yang ingin mencapai ki­nerja seperti yang dicapai oleh Yoris Sebastian. la bukan siapa-siapa, namun menjadi siapa-siapa karena talenta (potensi) yang dimilikinya diasah terus menerus dan me­nemukan pintu keluarnya.

Seberapa pun hebatnya Anda, tetaplah rendah hati. Dengan merendah dan merunduk Anda akan ditemui dan dicari banyak orang. Tetapi lebih dari itu Anda juga akan mendatangi mereka, mencari pintu dan menemu­kan pintu-pintu yang terbuka. Sebaliknya orang-orang yang tinggi hati akan dijauhkan dan menjauh dari pintu peluang kemajuannya.

Dari pertemuan-pertemuan itu, temukanlah "kuda"­mu. la dapat berupa keahlian yang engkau asah, tetapi juga dapat berupa Hama-Hama besar, yang dapat membuatmu ikut melambung naik. Dengan membuat ‘kuda’ berkilauan, engkau akan kebagian sinar cahayanya.



Tetapkanlah siapa yang menjadi kudamu: Bisa orang tua, mertua, perusahaan, almamater, atau diri sendiri. Semakin seseorang tak bisa meng­andalkan dirinya sendiri, is akan mencari orang lain sebagai kudanya.

- Rhenald Kasali



Buatlah karya besar bersama dengan "kuda"mu itu. Yoris Sebastian menemukan kudanya di sebuah kafe yang didukung oleh radio kreatif la membuat karya-karya besar yang bukan hanya diakui rekan-rekannya saja, melainkan juga oleh atasan dan pemilik perusahaan, sehingga meraih kepercayaan.

Setiap "kepercayaan” memerlukan panggung pertunjukkan, temukanlah panggung itu dan lakukan performa disana. Sebab setiap lilin tak akan menyala terang bawah ruang hampa udara. Yoris beruntung ia bekerja di lingkungan media sehingga karya-karyanya cepat dilihat orang. Namun ia menampilkan terus karya-karyanya pada berbagai lomba bergengsi dan ia memenangkannya.



Setelah memiliki sayap, terbanglah. Kuda tunggang­an tak hanya untuk ditunggangi melainkan harus clipacu. Seekor burung yang belajar terbang harus berani keluar dari sarangnya. Meski terjatuh, ia harus mulai mengepak­kan sayapnya. Seorang anak harus berani melepas selimut rasa nyamannya, berkelana mengarungi bumi dengan ke­beranian berwirausaha secara mandiri. Jadilah manusia mandiri dengan kekuatan itu.

Latihlah otot-ototmu setiap saat. Otot dilatih bukan hanya untuk meraih kedewasaan, melainkan juga untuk menuncla penuaan. Perbaiki diri sepanjang waktu, karena sebuah perjalanan bisa berakhir pendek, bisa juga men­jadi panjang. Bagi Yoris, kreatifitas perlu dilatih. Asalkan kita man berpikir dan tidak terperangkap oleh kebiasaan, maka setiap saat hidup akan dipenuhi gagasan-gagasan baru.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Yohan Tirta Wijaya, Pemilik Konsultan Arsitektur CV. Genesis Plus:Berkarya mewarnai Indonesia

Ia bisa memilih hidup ‘aman’ dengan menjadi karyawan di sebuah biro arsitek di Singapura. Namun, menjadi mengusaha memberikan tantangan dan kesempatan yang menurutnya tak terbatas. Modal utamanya : tekad, kreativitas, dan pemanfaatan aset yang telah dimilikinya. Dari garasi orang tua di Bandung, biro arsitenya kini telah dapat menangani proyek di Medan, Padang, hingga Balikpapan.



APABILA KEBANYAKAN ORANG tua tidak mcnihil­anaknya berwirausaha saat dewasa, sejak belia Yohan Tirtawijaya telah dilatih mendukung usaha kedua orang tuanya. Pembelajaran etos kerja keras dan pantang menyerah sudah dirintisnya sejak ia mulai dapat memahami usaha orangtua yang, menjalankan usaha toko grosir. "Ayah saya adalah seorang pekerja keras. Saya ingat hari Minggu pun beliau bekerja demi mencari nafkah untuk keluarga," kenang Yohan akan ayahnya yang memiliki jam terbang tinggi dan pernah jatuh bangun dalam menjalankan usaha.

Etos kerja sedemikian rupa itu diwariskan kedua orangtuanya. Sewaktu masa sekolah, seringkali Yohan diminta membantu melayani pembeli ataupun sekadar membantu apa saja yang bisa dikerjakan. Begitu tekunnya ia membantu orangtua, pada usia 15 tahun ia sudah bisa mengendarai mobil karena tiap hari menjadi kenek – membantu sopir mengirim barang ke konsumen yang letaknya di pinggiran kota. Hidup tidaklah gampang - barangkali itulah the moral of story diajarkan kedua orangtuanya.

Uniknya, pengalaman masa kecil itu menuai ‘ideologi’ Yohan yang baru. "Saya berketetapan tidak suka berjualan karena hanya melakukan rutinitas yang membosankan dan kurang menantang."



TERINSPIRASI RICHARD GERE

Barangkali karena tertantang mencari pengalaman baru itulah Yohan sempat bingung ketika akan memilih jurusan pada saat hendak kuliah. Namun, sebuah film yang dibintangi RichardGere mendadak mengilhamkan sesuatu baginya. Richard Gere yang sedang memerankan seorang arsitek memamerkan karya menarik berbentuk maket. Maket itulah yang lantas membuat Yohan berketetapan hari untuk menjadi seorang arsitek.

Yohan melihat betapa menantang profesi seorang arsitek. Pada setiap proyek, selalu ada desain yang berbeda. Inilah tanda yang menurutnyamerupakan kompatibilitas dengan karakternya."Profesi ini jauh dari membosankan, bahkan memberikan kepuasan yang bakal menyenangkan," demikian pikirnya saat itu mendorongnya kuliah di jurusan Teknik Arsitektur ITB Bandung.

Richard Gere yang sedanng memerankan seorang arsitek yang memamerkan karya menarik berbentuk maket. Maket itulah yang lantas membuat Yoh berketetapan untuk menjadi seorang arsitek

Namun, jalan hidup tak selamanya mulus. Tepat pada 1998, badai krismon alias krisis moneter menerpa lautan ekonomi Indonesia. Tiba‑tiba saja, profesi arsitek sepertinya tak lagi menjanjikan. Ketika satu demi satu perusahaan properti berguguran. pembangunan perumahan banyak yang tertunda. Menurut Yohan, sekitar 90% teman-temannya
yang lulus dari jurusan Teknik Arsitektur akhirnya menerima pekerjaan apapun asal bisa bekerja. Namun, untunglah ia memperoleh kesempatan bekerja di sebuah biro konsultan desain arsitektur PMA (Penanaman Modal Asing) di Bandung yang saat itu sedang menangani proyek hotel Chedi. Selama setahun ia pun terlibat dalam design
developnent
hotel tersebut di Hang Zhou, Cina. Baginya, pengalaman bekerja dalam tim yang dikepalai oleh arsitek senior asal Yugoslavia dan Prancis itu merupakan pengalaman berharga untuk belajar mengenal proses produksi sebuah kantor konsultan arsitek.





BIODATA

YOHAN TIRTAWIJAYA

Lahir: Bandung, 17 November 1976 Email: yohan@bdg.cetrin.net.id



PENDIDIKAN:

2005 S2 Prasetya Mulya Business School-, Jakarta

1998 S1 ITB Jurusan Teknik Arsitektur



NAMA USAHA:

Konsultan Arsitektur CV. Genesis Plus: architecture-interior­contractor

Website: www.genesisplus.co.id

Alamat: Paskal Hypersquare A 20 Lt. 4, Ji. HOS Cokroaminoto 25-27, Bandung, Jawa Barat.

Telp/Fax. : 022 70500599. Hp: 0811 229525. Email: genesis@bdg.centrin.net.id



PENGHARGAAN:

2008 Finalis Wirausaha Wirausaha Muda Mandiri

2008 Pemenang Sayembara Desain Gereja GKI Anugerah – Bandung

2008 10 Desain Terbaik Lomba Desain Dapur Gramedia- Seri Rumah Ide, Imelda Akmal

Architecture



KARIER/PROFESI:

2000 Asisten Arsitek di ACI Architect Singapore

1998 Junior di Denniston Consultant Ltd. Bandung


Merasa sudah memperoleh bekal pengalaman, Yohan memberanikan diri membuka biro konsultan arsitek sendiri. Kesempatan itu datang ketika ia bekerja, ia memenangkan sayembara gereja GKI Anugerah di Jalan Protokol Bandung. Pada pandangannya inilah proyek perdana yang bisa dijadikan momentum awal usaha Bermodalkan proyek ini, sisa gaji bulan terakhir dijadikan modal usaha. "Uangnya tidak sampai sejuta rupiah, tapi saya bertekad bulat akuisisi garasi milik orang tua sebagai ruang kerja," katanya tertawa mengenang. Itulah asal mulanya ia mendirikan biro konsultan anti Genesis Architects.

Ternyata tekad bulat bukan satu-satunya modal yang diperlukan untuk memulai usaha. Selama setahun, ia hanya mendapatkan beberapa proyek desain rumah tinggal yang bisa dihitung dengan jari "Saat itu, memang saya tidak punya rencana marketing, finansial, maupun pengembangan usaha. Dalam bayangan saya, proyek akan datang dengan sendirinya. Wah, ternyata itu hanya mimpi di siang bolong" tambah Yohan. 'Statusnya' sebagai self employee tidak lantas berganti ke kuadran employer karena jumlah order tak kunjung bertambah. Dengan kondisi yang tidak maju-maju dan putus asa, lama-lama ia tergiur dengan cerita teman-temannya yang bekerja di luar negeri dan membawa pulang dolar yang makin lama semakin berharga dibanding­kan rupiah saat itu.

Modal tekad bulat akhirnya berganti menjadi nekat bulat untuk mencari pekerjaan ke Singapura, demikian Yohan menggambarkan situasinya saat itu. Tanya ada jaminan mendapatkan pekerjaan di negeri jiran yang makmur itu, ia langsung melamar ke perusahaan konsultan secara door to door. Memperoleh tiga kali kesempatan interview, dalam waktu dua minggu akhirnya ia diterima bekerja di sebuah konsultan lokal ACI Architects.

Saat itu, barulah Yohan merasakan senangnya hidup mapan sebagai asisten arsitek. Namun, ia tetap memiliki biro arsitek sendiri.

Wah, ternyata itu hanya mimpi di siang bolong,” tambah Yohan. ‘Statusnya’ sebagai self employee tidak lantas berganti ke kuadran employer karena jumlah order tak kunjung bertambah









INDAHNYA MENTAL PENGUSAHA

Pengalaman setahun di Singapura membukakan mata Yohan bahwa membuka usaha sendiri di Indonesia jauh lebih terbuka. Berbekal pelajar­i hurl kegagalan pertama, ia kini menyadari bahwa ketrampilan dan hobi mendesain saja tidak cukup untuk membuka usaha. sendiri. "Perlu diper­lengkapi dengan kemampuan mendapatkan konsumen," Yohan berilham.

Tentu saja bukan berarti godaan tak pernah datang. Bergaul dengan teman-teman yang bukan pengusaha - kebanyakan mereka memilih bekerja sebagai karyawan - sesekali membuatnya berpikir apakah jalan ini sudah benar. Apalagi, pada awal-awal ia merintis usaha - apalagi tanpa modal- arus kas masih pas-pasan alias nyaris tidak ada sisanya untuk keperluan sendiri. Prioritasnya adalah, "Membayar gaji seluruh karyawan terlebih dulu, baru kita bisa menikmati sisanya. Pada saat inilah keyakinan untuk lanjut bertahan atau keluar berwirausaha berada di ambang kritis. Apalagi saat bergaul dengan teman-teman karyawan yang ke­lihatansudah nyaman dengan gaji yang diterima," katanya mengenang.

Namun Yohan kembali lagi kepada target yang telah dicanangkan sendiri. Brand Genesis yang telah dikibarkannya, harus berdiri. Usaha jasa di bidang arsitektur, interior, dan konstruksi ini, harus eksis! Mulailah ia melakukan pengembangan usaha dengan membuat sendiri produksi pesanan mebel dan konstruksi bangunan. Dari tiga divisi [divisi Irktur-arsitektur-interior-kontraktor] yang dikembangkan, tiap divisi memiliki SDM kompeten untuk mengelola pekerjaan masing-masing.

Namun, seperti pengalaman sang ayah yang jatuh bangun, Yohan pun mengalaminya. Pada suatu hari tiba-tiba saja ia dipercaya mengerjakan seluruh furnitur sebuah rumah dengan total nilai proyek ratusan juta. Karena belum berpengalaman, akhirnya proyek tersebut selesai dalam waktu setahun dengan harga-harga barang yang sudah naik. Kesempatan berkembang berubah menjadi kekecewaan karena konsumen tidak puas dengan lama pengerjaan dan kualitas pengiriman.



MENAMBAH KEAHLIAN

Dari kekecewaan itu, Yohan menyadari bahwa is perlu belajar lebih banyak untuk memberikan layanan yang lebih baik dan berkembang lebih pesat. Dengan kondisi usaha yang seadanya sambil bekerja di waktu siang ia melanjutkan studi S2-nya di Prasetya Mulya Business School di Jakarta setiap malam. Impiannya adalah melengkapi ilmu dasar arsiteknya dengan pengetahuan manajemen bisnis yang dibutuhkan.

Lambat laun, prinsip-prinsip Yohan mengenai bisnis semakin jelas. Salah satunya adalah, apabila usaha dijalankan dengan benar maka perlu ada kejelasan target market agar usaha marketing yang dilakukan dapat sesuai dengan target market yang dituju. Sambil belajar ilmu-ilmu marketing di tempat kuliah, ia langsung mencoba menerapkannya di tempat usaha. Dari mencoba  berpromosi dengan mengikuti pameran desain di Jakarta, mempublikasikan karya-karyanya lewat kerja sama dengan pihak media, hingga bekerja dengan developer ternama untuk membuat show unit interior hingga talon konsumen dapat melihat dan merasakan secara langsung kualitas produksi interior Genesis.

Siapa menabur benih dia juga yang akan menuai panen. Ungkapan itu juga berlaku pada pengalaman hidup Yohan. Selama beberapa tahun terakhir ia menuai sukses yang cemerlang. Dari kegiatan promosi aktif menjemput bola Yohan mulai meluaskan target market ke luar Bandung.



Siapa menabur benih, dia juga yang akan menuai panen. Dari kegiatan promosi aktif menjemput bola, Yohan mulai meluaskan target market ke luar Bandung. Proyek yang dikerjakan pun meluas mulai dari Medan, Padang, Batam, Jabodetabek, hingga ke Balikpapan.

Proyek yang dikerjakan pun meluas mulai dari Medan, Padang, Batam, Jabodetabek, hingga ke Balikpapan. Istilah 'jago kandang', tidak ada dalam kamus perusahaannya. Bahkan salah satu klien yang menggunakan jaanya berasal dari Hong Kong dan Malaysia. Pengalaman bekerja di Singapura yang cuma setahun seolah-olah menjadi tempat pembelajaran untuk bisa berbisnis dengan klien luar negeri.

Ilmunya - dari teori maupun pengalaman - menelurkan strategi yang jitu. Di antaranya, perusahaannya menyediakan produk dan layanan jasa dengan cara yang kreatif, inovatif, dan affordable alias harga terjangkau. Nama usahanya pun berubah pada tahun 2007 dari CV. Genesis menjadi CV. GENESISPLUS, karena adanya filosofi ingin memberikan nilai tambah dalam tiap layanan dan produknya. Dengan pada fokus target konsumen end user dan retail ia kini lebih banyak menangani proyek bangunan berskala 15-20 tukang bangunan dengan durasi proyek 3-6 bulan, dan rata-rata proyek interiornya melibatkan  8-10 tukang kayyu dengan finishing sampai 1 bulan ia lebih terarah menetapkan strategi strategi marketing. Modal 10 juta yang ditanam 7 tahun lalu kini tumbuh dan berkembang berlipat-lipat.

"Bahkan strategi bisnis juga langsung saya terapkan pada calon istri saya yang saat itu berprofesi sebagai guru les piano privat," kata Yohan yang menikah dengan Elsye Elisabeth Winata. Profesi sang istri ditanganinya langsung. Mulai dari sewa tempat, membeli peralatan musik dan fasilitas lainnya hingga overhead untuk membiayai SDM, "Puji syukur kepada Tuhan karena kesabaran dan ketekunan mengelola usaha kedua dengan modal hobi istri saya ini bisa membuahkan hasil," ungkapnya lagi.

Semua hasil karya desain rumah dan interior ditujukan agar pemakai dapat merasakan kualitas desain yang baik. Idealisme itu pula yang ia sematkan dalam produk unggulan yang membuatnya terpilih sebagai finalis tingkat nasional WMM Mandiri dari Bandung.

Tapi penghargaan sebagai finalis WMM tidak menjadikan Yohan berpuas diri. Sebab respons Yohan tentang sukses sederhana saja; syukuri kesuksesan yang telah tercapai, namun tetap ingat masih banyak anak tangga tantangan dan kesuksesan lainnya yang menunggu untuk dicapai. Masih banyak ruang untuk peningkatan kualitas layanan dan improvisasi dengan semangat untuk menjadi yang terbaik.



Hukum Wirausaha #12

Berpikir Pasar



Salah satu cara untuk memaksimalkan cara berpikir pasar dan berpikh realistic adalah dengan menghubungkan  sumber-sumber daya pada pasar dan tujuannya.

- Rhenald Kasali



WIRAUSAHA BUKANLAH SEORANG yang selfish atau narcis, la adalah seorang yang memikirkan orang lain, yaitu pasar adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kebutuhan -kebutuhan dan keinginan-keinginan yang belum tentu sama kebutuhan/keinginannya dengan kebutuhan wirausaha.

Cara berpikir usahawan berbeda dengan profesionalisme  eksekutif, karena pertama-tama is mencari pasar lebih dulu. Pasar yang didapat adalah wujud kepercayaan didapat baru barang diproduksi dan modal dicari. Semua itu awalnya adalah kepercayaan. Di tengah-tengah banyak persoalan-persoalan kredibilitas, maka siapapun yang dapat mengedepankan kepercayaan memiliki masa depan.

Sebaliknya professional selalu berpikir linear kumpulkandata, cari modal, lakukan produksi, dan pemasaran bila modal telah tersedia.

Ada tiga hal yang dapat dipelajari. Pertama, kita tidak bisa hanya meniru dari apa yang sudah dilakukan orang lain. Bisnis peniruan akan terkesan murahan tak punya harga diri dan melanggar etika. Sebaliknya, segala sesuatu yang sulit hanya akan sulit di depan namun akan berujung jadi mudah dan akan jadi enak nantinya. Every beginning is difficult.

Yang kedua, ketika kita mengembangkan sesuatu yang tidak dikenal, pasti juga tidak mudah dikenal orang. Oleh karena itu diperlukan upaya yang luar biasa. Tidak bisa dengan cara-cara yang biasa. Harus secara luar biasa. Setiap pelukis itu memerlukan etalase. Kalau seseorang menjadi pelukis dan lukisannya ticlak pernah ditaruh di etalase tidak akan menarik. Yohan Tirtawijaya melayani segmen-segmen tertentu agar karya-karyanya mudah di­lihat orang. Restoran, tempat tinggal, dan kantor, ia sulap menjadi gedung yang unik yang menimbulkan keserasian dan mempunyai ciri khas.

Yang ketiga, masalah modal. Biasanya, orang yang berpikir secara biasa itu adalah cari dulu modalnya, baru cari pasarnya. Kalau sekarang paradigmanya sudah harus dibalik. Pasarnya lebih dulu, uangnya mengikut. Pasarnya ada, uangnya akan mengikut. Dari mana uangnya? Karena kita bisa dipercaya. Maka raihlah kepercayaan, baliklah cara berpikir, supaya kita meraih keberhasilan.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.

Nur Annisa Rahmawati, Pemilik Butik Annisa (Butik Online): PerempuanBisa Berdaya, juga suka bergaya

Sebenarnya Indonesia tak pernah kekurangan sosok-sosok perempuan yang mewwarisi perpaduan keperkasaan dan kelembutan para srikandi terdahulu – dari HR Rasuna Said sampai Tjut Nyak Din, dari Dewi Sartika sampai Kartini. Banyak dari mereka yang namanya tak pernah tergores lewat tinta emas di kertas putih media nasional. Beruntung, Annisa – bermakna ‘perempuan’ dari bahaa Arab – mengenal online pada zamannya. Lewat www.butikannisa.com, ia berhasil memberdayakan kaum perempuan dan membat mereka juga bergaya.



GEMPA TAHUN 2006 yang menghancurkan perekonomian banyak keluarga di Yogyakarta memang berakibat banyak. Ada orang yang hilang rumah, hilang kepercayaan hilang diri, bahkan hilang juga akal sehat. Namun ada orang yang terbangkit bangkit asanya dan tergali semangatnya akibat bencana alam yang tak dapat diprediksi itu. Nur Annisa Rahmawati ST., MM, beruntung termasuk golongan orang yang terakhir itu. Tersentuh akan penderitaan orang di sekitarnya - kaum ibu yang sepanjang hidupnya tak pernah memiliki kepercayaan diri karena hanya mengasuh anak atau memasak di dapur, tak memiliki keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ pada apa pun yang mungkin tak seharusnya mereka alami karena tak dapat menunjang ekonomi keluarga - Annisa merasa ingin memberdayakan kaum perempuan. Kalau saja diberdayakan kaum ibu bisa menjadi insan yang berjiwa pengusaha, pikir Annisa.

Terdorong oleh keinginannya untuk membantu kaum ibu di lingkungannya, puteri bungsu dari tiga bersaudara ini lantas memutar otak untuk menciptakan lapangan kerja bagi mereka. Berbekal hobi merancang busana muslimah yang ditekuninya sejak kuliah, Annisa memutuskan untuk berbisnis busana muslimah. Ketertarikan Annisa pada dunia wirausaha ini sudah dimulai sejak masa awal kuliah  di Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Cita-citanya mungkin diwarisinya dari orangtua yang pengusaha alumunium Namun keinginan untuk hidup mandiri dan memiliki kebebasan waktu dalam bekerjalah yang semakin memperkuat niat kelahiran 29 Mei 1982 ini untuk berwirausaha.

Dengan modal awal sekitar empat juts rupiah, Annisa mulai membangun bisnis dengan memanfaatkan rumahnya sebagai rumah produksi. Dua orang tetangga membantunya dalam proses produksi, satu sebagai penjahit dan satu lagi sebagai pemayet. Batik Annisa begitu ia menamainya, memproduksi berbagai busana muslimah yang terbuat dari berbagai macam bahan seperti, sifon, thai silk, katun, dan rawsilk. Tidak hanya busana muslimah, butik ini juga memproduksi gaun pesta, selop brokat, serta bando jilbab. Seluruh produk yang dibuat dikerjakan secara manual sehingga terjamin eksklusivitasnya.



Dengan modal awal sekitar empat juta rupiah, Annisa mulai membangun bisnis dengan memanfaatkan rumahnya sebagai rumah produksi. Dua orang tetangga membantunya dalam proses produksi, satu sebagai penjahit dan satu lagi sebagai pemayet.



Melalui butik yang didirikan pada 1 Mei 2007 ini, Annisa membantu kaum muslimah berbusana sesuai syariah, namun tetap berkelas dan anggun di segala suasana. Konsep busana muslim yang chic, elegen, dan syari'di Butik Annisa menjadikan koleksinya cocok digunakan kalangan muslimah berusia 25 sampai 40 tahun.




BIODATA

NUR ANNISA RAHMAWATI

Yogyakarta, 29 Mei 1982

Email: nurannisar@yahoo.com



PENDIDIKAN :

2005 - 2007 Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Islam Indonesia (UII)

2000 - 2005 S1 Teknik Industri , Universitas Islam Indonesia, Ull

2001 - 2004 D3 Universitas Gadjah Mada, jurusan Public Relations



PERUSAHAAN:

CV. Annisa Mutiara Persada (Butik Annisa) (Butik Online baju Muslim) Website :  www.butikannisa.com

Alamat : Jl. Kemasan 71 Kotagede, Yogyakarta 55173 – Indonesia

Telp. 0274 370675, HP: 0811 251842



PENGHARGAAN:

2008 Pemenang Kategori The Best Development Business Campus Entrepreneur Program  Ciputra – UGM

2008 Finalis Wirausaha Muda Mandiri

2009 Dekranas Award, kategori "Best Quality Product



LAIN-LAIN :

Ags, 2008 - Des 2008 Dosen Tamu di Universitas Gadjah Mada program Community Entrepreneur Program

Mar 2007 - Des 2007 Staf di CEEDEDS, di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

Nov 2005 - Jan 2007 Marketing Manager Radi Female Yogyakarta

Feb 2004 - Jan 2005 Freelance Reporter Garuda In-Flight Magazine

Mei 2002 - Mei 2003 Asisten Pengajar TK ABA Komp. Masjid Perak, Yogyakarta

Jul 2000 - Jul 2001 Sukarelawan LSM Hadang Narkoba, Yogyakarta



PEREMPUAN INGIN BERDAYA

Merintis sebuah usaha memang bukan hal yang mudah. Begitu pula yang dirasakan oleh sarjana teknik dan magister manajemen yang pernah bekerja di Pusat Studi Bencana Universitas Islam Indonesia ini. Annisa menyadari bahwa dalam berbisnis diperlukan keuletan, kesabaran, dan intuisi yang tajam. Dukungan dari keluarga membuatnya semakin gigih menjalani bisnis.

Berbagai upaya pemasaran produksi butik yang terletak di jalan Kemasan 71 Kotagedhe Yogyakarta ini telah dilakoni oleh Annisa. Milis, blog, dan pameran menjadi sarana promosi dan pemasaran hasil kreasi perempuan yang berjilbab sejak tahun 2004 ini. Baginya milis dan blog adalah tempat berbisnis sekaligus sarana untuk menampilkan kreasi terbaik.

Selain rajin berpartisipasi dalam pameran busana, Annisa selalu berusaha untuk menghasilkan kreasi-kreasi baru di butiknya Kedua hal tersebut merupakan strategi yang digunakan Annisa untuk mengembangkan bisnisnya. "Ide untuk membuat rancangan atau model produk bisa diperoleh dari berbagai sumber. Kadang-kadang saya berburu ide produk di internet atau majalah, tetapi tidak jarang mendapat masukan dari para pelanggan yang mengunjungi pameran ungkapnya.

Butik Annisa terus berkembang berkat kerja keras perempuan lulusan S2 UII Yogyakarta ini. Usahanya yang sungguh-sungguh membuat produksi butik ini mampu menembus pasar internasional. Wilayah pemasaran koleksi busana kreasi Annisa pun meluas sampai ke negara tetangga, misalnya Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Australia. Beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Jerman juga telah menjadi target pasarnya.

Salah satu strateginya adalah harga yang terjangkau. Karena banyak menggunakan kain, umumnya busana muslimah tergolong mahal. Namun Annisa dapat mematok harga yang cukup realistis. Kisaran harga untuk atasan misalnya: Rp 100.00-Rp.200.000, setelan Rp 200.000-Rp 300.000, gamis: Rp 300.000- Rp 400.000, kebaya muslimah: Rp 300.000 - Rp 400.000, gaun pesta Rp 400.000 - Rp 500.000, selop brokat: Rp 150.000, dan bando jilbab: Rp 75.000.



Memanfaatkan Teknologi Digital

MOTIVASI NUR ANNISA Rahmawati untuk memberdayakan kaum ibu di kota Gede,Jogjakarta pasca-gempa besar pada 2006, pada dasarnya adalah supaya kaum dapat mandiri dan membantu menyokong perekonomian keluarga. Untuk itu ia membuat layanan butik online, www.butikannisa.com. Pada awalnya ia berkonsentrasi berkonsentrasi pada pembuatan baju muslimah, namun seiring berkembangnya permintaan, kini pemegang gelar magister manajemen itu juga membuat berbagai aksesori busana muslim baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Penggunaan teknologi komunikasi untuk bisnis butik di kota dulu pernah menjadi sentra kerajian perak ini merupakan sebuah langkah strategis Annisa untuk menjadi generasi mandiri yang berdampak bagi lingkunganya.

Q: Bukankah busana muslim memiliki pangsa pasar tersendiri?

A: Sekarang busana muslim lebih mengglobal. Dalam artian jika dulu iden­tik dengan ibu-ibu, namun saat ini remaja sampai wanita usia 25 tahun pun tiudah banyak yang berbusana muslim.

Q: Saat ini busana muslim pun sudah bervariasi sehingga terlihat lebih modis. Namun jika kits berbicara soal pemasaran online, cakupannya tentu sampai ke mancanegara. Setiap orang yang dapat mengakses situs Anda, langsung dapat melakukan order. Dari mana saja biasanya pesanan datang?

A: Saar ini order terbesar dari luar negeri datang dari Brunei Darussalam, Singapura, dan Australia.

Q: Gempa bumi memicu Anda untuk melakukan usaha ini?

A: Sebenarnya motivasi saya itu lebih dilatarbelakangi oleh menurunnya perekonomian keluarga yang berakibat besar terhadap pendapatan ibu rumah tangga. Sebelum gempa terjadi mereka tidak berkewajiban men­cari nafkah. Tapi gempa mengakibatkan hancurnya sejumlah workshop aksesori perak yang dikelola keluarga mereka sehingga usaha perak pun menurun. Selain itu usaha angkutan andong juga hancur. Padahal mayori­tas suami mereka bekerja sebagai buruh perak dan usaha andong.

Q: Jadi alai produksinya hilang, kemampuannya untuk menghasilkan uang pun hilang. Anda lalu memanfaatkan keahlian Anda supaya me­reka juga bisa berkembang dan mendapatkan income. Pertanyaannya, mengapa Anda memilih penjualan secara online? Kenapa tidak mem­buka toko biasa saja?

A: Banyak keuntungan berbisnis online, di antaranya untuk biaya set-up bisnis relatif rendah. Tidak perlu punya toko dan secara otomatis me­ngurangi biaya operasional, pemasaran, overhead, dan lain-lain. Dulu saya belum punya website, saya menggunakan blog gratis. sehingga modal saya untuk pemasaran itu nol.

Q: Tetapi bukankah tiap bangsa berbeda-beda selera busananya?

A: Salah satu baju yang dipakai peraga adalah model yang disukai orang Me­layu. Ini adalah salah satu busana pesanan orang-orang Malaysia, Brunei, dan Singapura, yang kebanyakan orang Melayu. Ciri khasnya, mereka lebih suka pakai rok. Berbeda dengan orang kita yang lebih suka pakai celana panjang karena lebih praktis. Model Melayu ini detailnya ada payer dan ada parel, itu merupakan istilah-istilah untuk hiasan yang kita tampilkan di baju.

Q: Anda memiliki tiga gelar, D3, S1, dan S2. Dan saat ini suami Anda sedang belajar S3 di Prancis. Lalu mengapa Anda terjun ke dunia bisnis dan mau menjadi seorang wirausaha?

A: Terkadang saya juga heran, banyakyang bertanya mengapa saya berwirausaha setelah mendapatkan gelar S2. Namun saya berpikir justru saya bersekolah hingga S2 untuk memperkaya ilmu sehingga punya banyak bekal yang bisa diterapkan saat saya berwirausaha. Sedari dulu cita-cita saya adalah berwirausaha, maka Sekolah D3 Komunikasi, S1 Teknik Industri, dan S2 Magister Manajemen itu, saya ambil benang merahnya. Karena saya percaya banyak hal yang bisa saya terapkan untuk kemajuan bisnis nantinya.

Q: Bagaimana peranan Bank Mandiri untuk mendukung bisnis seperti Ibu Annisa?



NUR ALFA AGUSTINA (BANK MANDIRI):

PERLU DIKETAHUI BAHWA Annisa sekarang sudah menjadi alumni, bukan mahasiswa lagi. Namun Bank Mandiri – da­lam melaksanakan program Wirausaha Muda Mandiri – tidak hanya fokus kepada teman-teman generasi muda yang masih mahasiswa. Kepada Annisa yang sudah lulus, Bank Mandiri memberikan pinjaman lunak dan sampai saat hi juga masih melakukan pembinaan.



INTERNET SEBAGAI SARANA PEMASARAN

Annisa layak berbangga karena hasil usahanya telah membuahkan hasil. Kurang dari lima tahun, Butik Annisa yang omzetnya hanya Rp 1 jt per bulan kini melejit menjadi 70 jt per bulan. Belum lagi jumlah tenaga kerja yang bisa diserap oleh usahanya ini. Karyawan yang bekerja padanya telah bertambah dari yang sebelumnya hanya 2 orang menjadi 40 orang.

Bila saja Annisa adalah ibu-ibu biasa yang tak melek inleriw barangkali ceritanya akan lain. Mungkin harus bertahun-tahun lagi, kisah sukses tentang dirinya dimuat di berbagai media. Mungkin juga ia mengikuti lomba Wirausaha Muda Mandiri yang diselenggarakan Bank Mandiri. Untunglah ia terlahir dalam cohort internet yang membuatnya melek internet. Tahu bahwa produksi busana muslimnya tak hanya dapat mengandalkan strategi word of mouth alias pemasaran dari mulut ke mulut namun dapat menggunakan sarana internet yang tangan-tangannya menggurita ke seluruh dunia. Lewat www.butikannisa.com ia berhasil melipatgandakan modal empat juta rupiah menjadi 33 juta rupiah dalam waktu hanya tiga bulan.

Tentu saja semua itu tak dapat diraih dalam sekejap. Juga bukan karena faktor keberuntungan semata. Mengelola ibu-ibu yang memiliki urusan rumah tangga sendiri-sendiri tentu saja juga membutuhkan kesabaran dan sensitivitas tersendiri. Namun ia berhasil mengatasi problem apa saja yang mungkin terjadi, lebih karena ia sendiri seorang perempuan yang mengerti masalah perempuan lainnya.

Kendati menggunakan internet sebagai sarana utama, bukan berarti Annisa tidak pernah memamerkan hasil produksinya. Cara konvensional ini justru memang tidak pernah lekang oleh zaman. Orang (terutama perempuan) masih selalu ingin meraba, menyentuh, ataupun, mencium produk yang akan dibeli. Oleh karena itu, Annisa juga masih selalu rajin berpameran. Kiatnya adalah menjadikan pameran untuk lebih mendekatkan diri kepada pelanggan secara nyata, menampung masukan-masukan dari talon konsumen, bahkan juga menampung konsumen.



Untunglah, ia terlahir dalam cohort internet yang membuatnya melek internet. Tahu bahwa produksi busana muslimnya tak hanya dapat mengandalkan strategi word of mouth alias pemasaran dari mulut ke mulut, namun dapat menggunakan sarana internet yang tangan-tangannya menggurita ke seluruh dunia.



Lalu apakah Annisa sudah merasa puas dengan hasil yang diperolehnya saat ini? Belum. Ia masih menyimpan keinginan untuk m perbesar usahanya. Bisnis baginya adalah tempat untuk beraktualisasi, serta menjadi sarana untuk mengaktualisasikan diri, serta menjadi untuk sosialisasi dan memberikan manfaat bagi orang lain serta untuk membantu perekonomian keluarga.

Ambisinya itu tidak lepas dari keinginannya untuk membantu lebih banyak orang di sekitarnya. Ia ingin membesarkan usaha hingga mampu memberikan kesempatan kerja yang lebih luas lagi kepada tetangga sekitarnya baik itu penjahit, Sulam pita, pembuat bahan alami, dan sebagainya. Dan hal ini tidak lepas dari apa yang telah menjadi keyakinannya, perempuan bisa berdaya dan juga suka bergaya.

K unci untuk berwirausaha adalah "Action, action, dan action", kita bisa belajar kalatt kita action dulu. jangan takut dengan ketiadaan modal. Keta­kutan-ketakutan itu harus dieliminasi, yang penting adalah action dan pada prakteknya nanti kita akan belajar se­iring dengan waktu.

Hukum Wirausaha #11

Gunakanlah Teknologi, Jangkau Mereka Dari Sini

Ada dua jenis batu, yang satu di rebut batu penghalang, yang satu lagi disebut batu loncatan. Yang membeda kannya adalah orang yang melihatnya

-Unknown



"GUNAKANLAH TEKNOLOGI," UJAR Nur Alfa Agustina (CSR Bank Mandiri) saat mengomentari bisnis yang Flu, oleh Annisa.Anak-anak muda memang memiliki kelebihan kelebihan dan kenikmatan-kenikmatan sendiri yariq lath lebih besar daripada generasi di atasnya. Kelebihan terutama pada aspek teknologi, yaitu teknologi informasi.

Thomas Friedman, penulis buku The World is Flat (2005) bahkan sampai bertaruh bahwa teknologi ini telah mendatarkan dunia yang memudahkan kita jelajahi abad ke 21 dengan globalisasi. Mesin-mesin terhubung dengan sesama mesin, mesin pencari bekerja demikian cepat dan semua itu dapat dilakukan dimana saja– ke seluruh penjuru dunia, tanpa kabel.

Orang-orang tua mungkin kesulitan menjelajahi dunia maya ini karena mereka semua adalah pendatang-pendatang baru dalam dunia maya (digital immigrant). Namun tidak demikian bagi generasi Annisa. Mereka dan kalian semua adalah penduduk asli dunia maya (native digital). Kalian membentuk komunitas-komunitas kecil di desa-desa maya, terhubung satu dengan yang lain dalam bahasa yang kalian mengerti sendiri.



Oleh karena itu perhatikan tip ini baik-baik:

  • Pasar dalam dunia maya berbeda dengan pasar di dunia rill. Kalian yang dibesarkan dalam dunia maya ber­saing secara global dan pesaing-pesaing kalian bukanlah warung di rumah sebelah melainkan mereka yang tinggal di Malaysia, Brunei, Jepang, Belanda, Uni Emirates, atau di Rusia sang.

  • Sekalipun mulai terbentuk selera global ter­hadap produk-produk fashion, namun tiap-tiap negara memiliki tradisi, tata nilai, alam, dan kebiasaan yang ber­beda-beda. Bidiklah mereka dalam bingkai pasar masing­-masing, namun berikan kualitas yang setingkat di atas pesaing-pesaing Anda.

  • Interaktif. Pasar global menghendaki suatu hubungan yang bersifat interaktif, yang memudahkan mereka berinteraksi, mengajukan pernyataan-pernyataan meminta tip, dan berdialog. Berikanlah ruang bagi mereka untuk berinteraksi secara sehat.



Teknologi berhubungan dengan generasi, yaitu kapan Anda mempelajarinya atau apakah Anda mengenal­nya. Namun sekalipun teknologi burn itu bukan milik generasi Anda, tidak ada salahnya belajar dan menerapkannya.

- Rhenald Kasali

  • Speed Marketing. Inti dari teknologi adalah it tingnya respons yang cepat dari setiap interaksi ataupun transaksi yang dipertukarkan. Kecepatan merespon, dalam hitungan jam atau menit bukan harian apalagi bulanan.

  • Kendati produk yang Anda tawarkan kaya dengan unsur etnik dan religius yang kental, kepekaan terhadap kebutuhan-kebutuhan lokal dapat menjadikan produk Anda sebagai kiblat bagi mereka. Kendati dunia Islam ada di Arab Saudi, namun dalam soal busana, dan selera dapat dimulai dari Indonesia. Ingatlah bukan Italia yang mempopulerkan pizza yang lezat melainkan Amerika Serikat. Busana muslim pun dapat dipopulerkan dari Indonesia

  • Perbaharui penampilan secara tetap dan tampil­an dengan segar dalam setiap kesempatan dengan infor­masi yang selalu updated.

  • Outsourcing. Teknologi informasi memungkin­kan seorang produsen menemukan kombinasi produksi yang efisien yang dapat berasal dari manta negara. Dengan demikian bahan-bahan bisa saja berasal dari Tiongkok, jahitannya ada di sini, kemasan dibuat di India, sedangkan desainnya bisa darimana saja. Perluaskan jang­kauan produksi Anda.



Dari Buku: Wirausaha Muda Mandiri Part 1: Kisah Inspiratif Anak Muda Mengalahkan Rasa Takut dan Bersahabat dengan Ketidakpastian, Menjadi Wirausaha Tangguh. Oleh: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia.